Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Ground Breaking Lab Robotik Unhasy Jombang, Khofifah Dorong Perguruan Tinggi Ciptakan Inovasi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan laboratorium robotika

Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Yoni Iskandar
(Surya/Fatimatuz zahroh)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Bersama Rektor Universitas Hasyim Asy'ari, KH Salahuddin Wahid ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan laboratorium robotika di Universitas Hasyim Asy'ari, Jombang, Sabtu (26/10/2019). Fatimatuz zahroh.surya 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama pembangunan laboratorium robotika di Universitas Hasyim Asy'ari, Jombang, Sabtu (26/10/2019).

Bersama Rektor Universitas Hasyim Asy'ari, KH Salahuddin Wahid dan Bupati Jombang Munjidah Wahab, Khofifah menyebut pembangunan laboratorium robotika menjadi permulaan pengembangan teknologi robotika masuk ke kamous berbasis pesantren.

"Momennya pas, saat Hari Santri Nasional, dipersembahkan pada dunia bahwa robotika masuk ke perguruan tinggi berbasis pesantren maka kami memohon kita bisa diberikan akses untuk membangun sinergi dengan program One Pesantren One Product yang sedang diinisiasi pemprov Jawa Timur," kata Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Sementara ini sudah ada training center OPOP, di Unusa, dan menggalang inovasi produk dari kalangan pesantren terus diinisiasi agar bisa menciptakan kemandirian santri lewat bantuan pemerintah dan perguruan tinggi.

Lanyalla: Saya Menarik Diri, Bukan Mundur

Berperan Jadi Susi Susanti, Laura Basuki Rasakan Susahnya Perjuangan Atlet Bulutangkis, Saya Salut

Keluarga Tertawa Dengar Mimpi ‘Aneh’ Soeharto Sebelum Wafat, Padahal Diceritakan dengan Nada Serius

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, dibangunnya laboratorium robotika ini sekaligus menjadi hal penting yang menunjukkan Unhasy memiliki kepedulian tentang data yang merupakab core terpenting dalam making Indonesia 4.0.

"Kalau mau sinergi dengan OPOP big data ini penting. Karena alikasi yang kita siapkan sudah konek dengan e-commers dan perbankan," ucap Khofifah.

Ia mendorong agar kampus terus melakukan inovasi dan mengedepankan kreatifitas. Dua hal tersebut menurut mantan Mensos ini menjadi kunci bisa bertahan di tengah cepatnya perkembangan teknologi dunia.

""Pemprov sekarang punya anggaran belanova atau belanja inovasi. Sebagaian dipakai untuk Millenial Job Center (MJC) sebagaian lagi East Java Super Coridor," kata Khofifah kepada Tribunjatim.com.

Kini, Pemprov juga tengah menginiiasi untuk mendirikan co working space di lima bakorwil di Jawa Timur. Yang akan menjadi ruang bagi generasi muda Jawa Timur yang kini sudah masuk ke era gig economy sebagai gig workers.

"Kalau gig worker yang direspon Pemprov Jatim adalah gimana co working space di 5 bakorwil kita sebar agar kebuhan anak-anak muda millenial terpenuhi," ucapnya.

Sementara itu, Rektor Unhasy KH Salahuddin Wahid atau yang akrab disapa Gus Solah, mengatakan bahwa laboratorium robotika ini diharapkan akan mengungkit prestasi para sivitas akademika Unhasy khususnya dibidang inovasi teknologi.

"Targetnya dua tahun selesai pembangunan. Pembangunan lab ini membutuhkan dana Rp 6,5 miliar. Kita berharap akan ada peningkatan prestasi dengan adanya fasilitas lab robotika ini," ucap Gus Solah. (Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved