Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tergiur Uang Rp 5 Juta, Sopir Bus Antar Pulau Asal Madura ini Rela Jadi Kurir Sabu-sabu

Terlilit kebutuhan ekonomi membuat Safiih (37) warga Desa Korogan Timur, Kecamatan Kokop, Kabupaten Madura ini mengaku nekat menjadi kurir sabu

Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/NUR IKA ANISA
Barang bukti dana transaksi narkoba jaringan dalam lapas senilai Rp 24 Milyar ditunjukkan ke awak media oleh BNN pada Selasa (31/7/2018) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Terlilit kebutuhan ekonomi membuat Safiih (37) warga Desa Korogan Timur, Kecamatan Kokop, Kabupaten Madura ini mengaku nekat menjadi kurir sabu hanya karena tergiur uang 5 juta rupiah.

Padahal, uang tersebut tak sepadan dengan resiko ancaman hukuman mati lantaran banyaknya jumlah sabu yang diantarnya itu.

Safiih merupakan sopir bus asal Madura yang biasa melayani penumpang lintas Pulau.

Ia sudah hampir enam tahun menjadi sopir dengan trayek Jawa-Sumatera. Pria ini pun begitu mengenal medan jalan yang ditempuh.

Kondisi itulah yang dimanfaatkan bandar sabu-sabu jaringan Internasional menggunakan jasa Safiih.

Apalagi, penerima barang merupakan orang Madura yang ditemui Safiih di sebuah warung daerah Bangkalan beberapa waktu lalu.

Meski berdalih tak tahu, nyatanya ia akhirnya mengaku setelah petugas BNNP Jatim mencocokkan percakapan whatsappnya dengan sang bandar.

Deteksi Penggunaan Narkoba Jelang Mudik, Sopir Bus di Terminal Gayatri Tulungagung Wajib Tes Urine

"Awalnya memang tidak mengaku, namun setelah kami periksa handponenya memang ada bunyi pengiriman barang (sabu) ke Madura yang dipaketkan sejak di Tanjung Pinang,Bangka Belitung,"beber AKBP Wisnu Chandra, Penyidik Madya BNNP Jatim yang memimpin operasi tersebut,Sabtu (26/10/2019).

Sabu-sabu tersebut diambil Safiih saat akan membawa dua puluh penumpang asal Madura yang ada di Tanjung Pinang.

Paket sabu-sabu itu dikemas dalam satu dus besar berisi 4 paket, masing-masing satu kilogram dan dua bungkus kopi bubuk yang juga dikemas dalam kardus tersebut.

Bus yang dikemudikan Safiih bersama dua rekannya yakni SH dan DH yang merupakan sopir cadangan itu berangkat dari Tanjung Pinang, Rabu (23/10/2019).

Di hari ketiganya, laju kemudi Safiih dihentikan petugas BNNP Jatim saat melintas tepat di KM 741 Tol Gate Waru Gunung. Sebelumnya, petuhas BNNP Jatim sudah melalukan profiling kepada jaringan bandar yang mengendalikan Safiih.

Safiih tak berkutik saat barang bukti kardus berisi empat paket sabu seberat total 4,178 kilogram.

Ia pun digelandang ke kantor BNNP Jatim untuk diperiksa secara intensif bersama dua rekannya yang lain.

"Kami masih periksa dua rekannya juga, apakah terlibat atau tidak," tambah Wisnu kepada Tribunjatim.com.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved