Sidang Lanjutan Kasus Sugeng si Pemutilasi, Penasihat Hukum Anggap Dakwaan Jaksa Cacat Materiil

Sidang lanjutan terdakwa kasus pembunuhan disertai mutilasi, Sugeng Santoso, kembali digelar di Pengadilan Negeri Malang.

TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Terdakwa kasus pembunuhan disertai mutilasi, Sugeng Santoso, ketika sidang kedua di PN Malang. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sidang lanjutan terdakwa kasus pembunuhan disertai mutilasi, Sugeng Santoso, atau Sugeng si pemutilasi kembali digelar di Pengadilan Negeri Malang.

Agenda sidang kali ini adalah pembacaan eksepsi alias keberatan yang diajukan oleh tim penasihat hukum dari LBH Peradi Malang Raya.

Lima lembar eksepsi dibaca secara bergantian oleh dua penasihat hukum Sugeng, Andik Purnomo dan Ilhamul Huda Alfarisi. Kedua penasihat hukum itu menilai surat dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang perdana (21/10) lalu cacat materiil.

“Dengan tidak lengkapnya dakwaan, maka perkara tidak dapat dideskripsikan secara jelas. Sehingga surat dakwaan dapat dikategorikan cacat materiil,” tutur Ilhamul saat persidangan, Senin (28/10/2019).

Jawaban Ketus Sugeng si Pemutilasi di Malang Saat Jalani Sidang Perdana, Bikin Hakim Kesal & Marah

Tabrak Pemotor, Bus Sugeng Rahayu Terguling di Ring Road Kota Madiun, Satu Tewas, Tiga Luka-luka

Ketidaklengkapan surat dakwaan JPU yang dimaksud Ilhamul adalah perihal motif dan hubungan antara Sugeng dengan si korban. Dalam surat dakwaan kata Ilhamul, JPU tidak menguraikan motif Sugeng membunuh dan memutilasi korban. Hal itu lanjutnya, membuat perkara ini tetap kabur dan tak dapat dideskripsikan.

“Tidak adanya uraian peristiwa serta motif tindak pidana menyebabkan surat dakwaan janggal dan tidak utuh, tidak mendeskripsikan dan tidak sesuai edaran Kejagung,” tambahnya.

Karena dinilai cacat materiil, penasihat hukum Sugeng meminta majelis hakim yang diketuai Dina Pelita Asmara, membatalkan surat dakwaan dan mencabut perkara pria 49 tahun itu.

Dalam sidang sebelumnya, JPU dari Kejaksaan Negeri Kota Malang, Wanto Hariyono mendakwa Sugeng melanggar pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Ancaman bagi Sugeng adalah pidana seumur hidup.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved