Rumah Politik Jatim

Gedung Astranawa Surabaya Akan Diambil Alih PKB Jatim, Mantan Ketua DPW Cak Anam: Semena-mena

Gedung Astranawa akan diambil alih PKB Jatim, namun mantan ketua DPW yang akrab disebut Cak Anam menyebut PKB semena-mena

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA SAKTI
Mantan Ketua DPW PKB Jatim, Choirul Anam (Cak Anam) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Mantan Ketua DPW PKB Jatim, Choirul Anam (Cak Anam) mengapresiasi Polrestabes Surabaya yang mengundang sejumlah pihak sebelum melakukan eksekusi Gedung Astranawa, Jalan Gayungsari Timur, Surabaya, Senin (28/10/2019).

Cak Anam menceritakan Gedung Astranawa akan dieksekusi dengan dasar penetapan Pengadilan Negeri Surabaya No 20/EKS/2019/PN.sby.

Namun sebelum melakukan eksekusi, Polrestabes Surabaya mengundang Cak Anam sebagai pemilik Gedung Astranawa untuk menghadiri sosialisasi Pra Eksekusi.

Abdul Halim Iskandar Jadi Menteri Desa dan PDTT, PKB Mulai Godok Figur Pengganti di Kursi DPRD Jatim

Cak Anam pun diwakili sejumlah kuasa hukum dan timnya menghadiri sosialisasi pra eksekusi yang diselenggarakan oleh Polrestabes Surabaya, Senin (28/10/2019).

"Astranawa mau dieksekusi, dirampok di siang bolong oleh PKB," ucap Cak Anam, Senin (28/10/2019).

Cak Anam bercerita, tanah tersebut ia dapat pada 16 Juni 1997 atau dengan kata lain masih satu tahun sebelum terbentuknya PKB di Jawa Timur.

"Tanah ini diberikan kepada saya sebelum PKB lahir, tetapi mereka ngotot bahwa tanah ini milik PKB karena saya dulu adalah ketua PKB," ucapnya.

Cak Anam bercerita satu-satunya senjata PKB untuk mengambil alih tanah dan bangunan tersebut adalah dengan surat persetujuan Wali Kota Surabaya.

"Tapi di situ disebutkan alamat nya kelurahan Menanggal kecamatan Rungkut sedangkan Astranawa adalah kecamatan Gayungan," ucapnya.

PKB Jatim Targetkan Usung Kader di 9 Pilkada Serentak 2020, Optimis Bakal Menang di Seluruh Daerah

Menurut Cak Anam, saat ini PKB menjadi partai yang semena-mena karena merasa sudah menjadi penguasa dan mempunyai uang untuk membeli segalanya.

"PKB sudah semena-mena merasa karena sebagai partai penguasa semuanya bisa dibeli, tapi di pertemuan tadi bagus sekali membenarkan bahwa tanah ini milik saya. Polisi masih berpikir jernih bahwa tanah ini bukan milik PKB," pungkasnya.

Sementara itu, Kuasa hukum PKB, Otman Ralibi mengatakan ekseskusi tetap akan dilaksanakan.

"Pertemuan itu hanya sosialisasi, intinya tetap kan akan dilaksanakan eksekusi. Ini sebenarnya jalan terakhir yang ditempuh setelah mediasi tidak terlaksana. Mediasi itu kan sudah jauh sebelum sidang, dilakukan jauh-jauh hari," ucap Otman.

Program Pemutihan Denda PKB Sampai 14 Desember, Wajib Pajak Ada di Luar Jatim Bayar di Minimarket

Ekseskusi tersebut, lanjut Otman, sudah pernah ditunda saat bulan Ramadhan tahun sebelumnya.

"Dulu mereka bilang jangan sekarang lah, tidak enak puasa-puasa minta ditunda, ya kita tunda juga. Kan gitu. Jadi saya kira waktu yang diberikan agar menyerahkan secara sukarela sudah diberikan," lanjutnya.

Otman pun berharap sebagai warga negara yang baik, dengan putusan pengadilan itu, Cak Anam bisa mematuhinya.

"Karena ini proses hukum yang fair, terbuka dan putusan ada di pihak PKB, mengabulkan gugatannya, apa lagi," ucapnya.

PKB Terapkan Dua Sistem Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah untuk Pilkada Serentak 2020 di Jatim


   

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved