Curiganya Polisi si Pria Blitar Bolak-balik Bersin Saat Digeledah, Pasrah Pergoki Sabu di Barang Ini

Curiganya Polisi si Pria Blitar Bolak-balik Bersin Saat Digeledah, Pasrah Pergoki Sabu di Barang Ini.

Curiganya Polisi si Pria Blitar Bolak-balik Bersin Saat Digeledah, Pasrah Pergoki Sabu di Barang Ini
SURYA/IMAM TAUFIQ
Pelaku saat diamankan di Blitar 

Curiganya Polisi si Pria Blitar Bolak-balik Bersin Saat Digeledah, Pasrah Pergoki Sabu di Barang Ini

TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Awas, kalau ada pemakai atau pengecer sabu-sabu bolak-balik bersin dan mengusap hidungnya dengan tisu seperti orang terkena flu, saat akan ditangkap petugas.

Jangan-jangan, itu hanya trik dia buat mengelabuhi petugas yang akan menangkapnya.

Seperti yang diungkap petugas Satkoba Polres Blitar saat menangkap pengecer sabu-sabu, Hendro (23), warga Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Pemkot Usulkan Dua Besaran UMK Kota Blitar 2020 ke Gubernur Khofifah, Lihat Bocoran Jumlahnya!

Desa Wisata Kemirigede Blitar, Keindahan Hutan Pinus & Kesejukan Udaranya Jadi Daya Tarik Wisatawan

Bangun Balai Diklat di Bekas Lahan SMPN 10 Kota Blitar

Ia ditangkap di jalan raya Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jumat (1/11) malam.

Saat ditangkap, dia sedang menunggu calon pembeli, yang diduga seorang sopir truk, yang akan melintas di TKP tersebut. Yang menarik, saat ditangkap, Hendro hampir saja berhasil mengelabuhi petugas.

Sebab, barang bukti (BB) sabu-sabu seberat 0,19 gram atau seharga Rp 350.000 hampir saja tak ditemukan petugas, jika salah seorang petugas tak jeli.

"Sebab, saat didatangi petugas, ia pura-pura bersin, sambil mengusap-usapakan tisu di hidungnya. Begitu digeledah, tak ditemukan BB. Ternyata, BB itu disembunyikan dilipatan tisu, yang dipakai mengusap hidungnya," kata Kasat Narkoba Polres Blitar AKP Didik Suhardi.

Menurutnya, penangkapan dia itu setelah petugas menguntitnya beberapa jam. Saat dikuntit, ia mengendarai sepeda motor sendirian, dan melaju ke arah timur atau ke arah Kecamatan Gandusari. Tak diketahui tujuannya, namun petugas menguntitnya dari kejauhan.

"Dia berangkat dari rumah dan sepertinya sudah membawa barang. Sebab, petugas mendapat informasi kalau ia baru mendapatkan barang," ungkapnya.

Sekitar 9 km perjalanan, dia berhenti di tepi jalan atau tepatnya di bawah pohon Randu. Sambil duduk di atas sepeda motornya, ia terlihat seperti menghubungi seseorang. Entah ada apa, orang yang ditunggunya tak kunjung datang.

Sementara, petugas khawatir, ia keburu kabur lagi sehingga langsung didatanginya. "Saat ditanya, ia bolak-balik seperti orang bersin, dan tisu yang ada di tangannya terus dipakai mengusap hidungnya. Nggak tahunya, itu trik dia, buat mengelabuhi petugas, agar tak curiga kalau di dalam tisu itu, ia menyembunyikan barang," pungkasnya.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved