TERUNGKAP Sopir Bus Tewas Mendadak Bawa Penumpang di Surabaya, Alami 3 Gejala Saat Meregang Nyawa

TERUNGKAP Sopir Bus Tewas Mendadak Bawa Penumpang di Surabaya, Alami 3 Gejala Saat Meregang Nyawa.

TERUNGKAP Sopir Bus Tewas Mendadak Bawa Penumpang di Surabaya, Alami 3 Gejala Saat Meregang Nyawa
Istimewa
Jasad Darmaji (45), sopir bus Ladju yang tewas mendadak pada Selasa (19/11/2019) dievakuasi Dinas Sosial. Darmaji merupakan warga Ngrawan, Berbek, Nganjuk 

TERUNGKAP Sopir Bus Tewas Mendadak Bawa Penumpang di Surabaya, Alami 3 Gejala Saat Meregang Nyawa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Penyebab sopir bus Ladju bernopol L-7003-UT, Darmaji (45) meninggal saat mengemudikan busnya di Jalan Bubutan, Surabaya, terungkap.

Menurut Kasi Trantib Kecamatan Bubutan Karjoko, sopir bus meninggal ini diketahui meregang nyawa karena serangan jantung.

Informasi tersebut diperolehnya dari keterangan Dokter Medis yang melakukan visum luar terhadap korban sebelum dievakuasi menggunakan mobil ambulan ke Kamar Mayat RSU Dr Soetomo.

Sopir Bus Tewas Mendadak di Tengah Jalan, Pinggirkan Bus Sebelum Kejang-kejang di Surabaya

Berdalih Tambah Stamina Saat Ambil Pasir di Blitar, Sopir Truk ini Rutin Kosumsi Sabu-sabu

Dump Truk dan Trailer Kontainer Adu Moncong di Kediri sampai Hangus Terbakar, Kaki Sopir Terluka

"Kalau menurut dokternya tadi, meninggal karena sakit jantung. Apalagi badannya juga gemuk," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Selasa (19/11/2019).

Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari kernet korban, Jam'an (48), ungkap Karjoko, tadi pagi korban tidak menunjukkan keanehan ataupun keluhan apapun.

"Tapi kalau kata kernetnya tadi pagi biasa aja enggak mengalami apa apa," jelasnya.

Namun tanpa diduga Darmaji ambruk tak sadarkan diri lalu meregang nyawa saat sedang mengemudikan bus berisikan penumpang di Jalan Bubutan, Surabaya.

"Enggak tahu tiba tiba langsung geblak, nyamping ke kiri," kata Petugas Satpol PP Kecamatan Bubutan Dendyanto pada awakmedia di lokasi.

Sesaat ambruk, terhitung dua kali tubuh lunglai Darmaji mengalami kejang.

Pasca itu, Darmaji tak lagi bergerak, kulitnya berangsur dingin, dan kepalanya tampak membiru.

"Sempat kejang 2 kali, langsung meninggal. Pas jatuh itu masih hidup kejang 2 kali," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved