Bupati Jember Kembali Sosialisasikan Revitalisasi Pasar Tradisional

Program revitalisasi pasar di Kabupaten Jember terus dikebut. Setelah sebelumnya melakukan sosialisasi revitalisasi pasar, Senin (25/11/2019),

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
sri wahyunik/surya
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono dan Bupati Jember Faida meninjau proses revitalisasi pasar di Jember, Kamis (22/11/2018). Pasar yang ditinjau adalah Pasar Tanjung 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Program revitalisasi pasar di Kabupaten Jember terus dikebut. Setelah sebelumnya melakukan sosialisasi revitalisasi pasar, Senin (25/11/2019), kembali Bupati Jember Faida melakukan sosialisasi revitalisasi pasar lagi.

Pasar yang kali ini bakal direvitalisasi adalah Pasar Kalisat, Gebang, Bungur, Tegalbesar, Petung, dan Mangli.

Bupati Jember Faida menegaskan, revitalisasi pasar dilakukan karena pasar tradisional merupakan salah satu pusat perekonomian rakyat. Revitalisasi pasar tradisional merupakan realisasi janji kedelapan dari 22 Janji Kerja Bupati – Wakil Bupati. Program ini masuk dalam kelompok Jember Mandiri.

“Pembangunan pasar sangat penting, karena pertukaran ekonomi masyarakat berlangsung di pasar dan tempat masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari,” ujar Bupati Faida di hadapan pedagang dari enam pasar yang bakal direvitalisasi.

Apalagi pasar tradisional harus bersaing dengan toko modern. Karenanya, imbuhnya, perbaikan dan penataan pasar tradisional supaya pasar tradisional di Jember memenuhi standar pasar sehat.

Menengok Wisata Edukasi Kampung Tahu Kediri, Pengunjung Bisa Lihat Proses Pembuatan Tahu Takwa

Aji Santoso Gemar Orbitkan Pemain Muda, Ernando Pun Bangga Diberi Kesempatan Latihan Bareng Senior

Menurutnya, saat ini kebanyakan orang sudah bisa belanja ke toko modern untuk berbelanja sayur, buah, dan ikan juga bisa dilakukan secara daring atau online. Harganya pun bersaing. Pembeli juga tidak kepanasan dan kehujanan. Mereka juga tidak harus melewati jalan becek.

"Karena itu, apabila pasar di Jember tidak segera diperbaiki mulai sekarang, maka pasar yang menopang hidup orang banyak ini bakal kehilangan palanggan. Hingga akhirnya, pedaganganya bangkrut," tegasnya kepada Tribunjatim.com.

Dalam membangun pasar ini, lanjutnya, pemerintah menggunakan standar nasional. Standar ini mensyaratkan kiosnya tidak menutupi arah angin, sehingga ada sirkulasi udaranya, dan kamar mandinya pun bersih.Kios pedagang tidak gelap, sertidaknya kebutuhan cahaya terpenuhi. Akses jalan bisa dilalui oleh lansia atau difabel.

Kios penjual dipisah sesuai produk yang dijual.

“Penjual di pasar-pasar ini akan ditata sesuai produk yang dijualnya. Biaya pembangunan pasar ini berasal dari APBD Kabupaten Jember. Jadi tidak perlu ada bayar membayar. Kalau ada yang meminta jangan diberi, karena itu Pungli," tegasnya kepada Tribunjatim.com. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved