Penipuan Online di Malang

Pasca Penggrebekan 6 WNA China & Taiwan di Kota Malang, Sutiaji: Kuatkan Fungsi RT/RW Sesuai Perda

Wali Kota Malang, Sutiaji angkat suara setelah Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim membekuk tujuh orang yang diduga pelaku skimming di Malang.

ISTIMEWA
Wali Kota Malang, Sutiaji 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji angkat suara setelah Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim membekuk tujuh orang yang diduga pelaku skimming atau penipuan berbasis siber jaringan internasional di Kabupaten Malang, Senin (25/11/2019).

Enam orang diantaranya adalah Warga Negara Asing (WNA).

Sedangkan, satu orang lainnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

Karena lokasi tersebut berada di Malang, maka Sutiaji meminta kepada ketua RT/RW di seluruh Kota Malang agar menguatkan lagi fungsi RT/RW sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) yang ada.

Yaitu, setiap orang yang bertamu ataupun menginap 1x24 jam wajib melapor kepada RT setempat.

"Kami kecolongan. Kami harus kuatkan lagi sesuai Perda. Kalau Perwali kami masih belum. Sementara anjuran saja," ucap Sutiaji saat ditemui wartawan TribunJatim.com di Balai Kota Malang, Selasa (26/11).

Maksimalkan Koordinasi Pengamanan, Bandara Juanda Gelar Table Top Security Excercise dan ASC Meeting

Sutiaji meminta kepada RT/RW untuk mendeteksi langsung keberadaan orang baru di lingkungan sekitarnya.

Pihaknya juga akan melakukan pemetaan dengan melakukan razia rutin.

"Kami sudah melakukan koordinasi dengan Imigrasi, Dispendukcapil untuk meningkatkan pergerakan warga,"

"Pemilik rumah-rumah atau kos-kos an akan kita sasar. Saya kira harus kita lakukan pengetatan atau sering kita melakukan razia terpadu, mulai dari unsur Imigrasi, Pajak, Kepolisian dan Satpol PP," pungkas Sutiaji.

Halaman
123
Penulis: Rifki Edgar
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved