Sindikat Pembuat Uang Palsu di Jember

Nekat Cetak Rp 630 Juta Uang Palsu, Pelaku Mengaku Iba Melihat Anak Tak Bisa Makan

Uud Zainuddin (44) pelaku pembuatan uang kertas palsu asal Jember yang dikeler Polda Jatim mengaku terpaksa menjalankan praktik haramnya itu.

Nekat Cetak Rp 630 Juta Uang Palsu, Pelaku Mengaku Iba Melihat Anak Tak Bisa Makan
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Uud Zainuddin (44) dan Sukriyanto (53) saat dikeler ke Halaman Ditreskrimum Mapolda Jatim, Kamis (5/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Uud Zainuddin (44) pelaku pembuatan uang kertas palsu asal Jember yang dikeler Polda Jatim mengaku terpaksa menjalankan praktik haramnya itu.

Kepada awakmedia, Uud mengaku terdesak kebutuhan hidup.

Kondisinya yang tak memiliki pekerjaan tetap alias serabutan diakuinya memperpelik masalah.

Apalagi saat anaknya pada suatu ketika mengeluh lapar, namun di atas meja makan hanya terdapat beberapa potong tempe goreng.

Saat ia memberikan pengertian kepada anaknya yang mengeluh itu, malah berbuah tangisan dari buah hatinya.

"Pertama saya memang tidak ada pekerjaan. Setelah, anak itu tanya 'yah makannya apa?', saya jawab 'itu ada tempe', ternyata dia duduk terus menangis," katanya pada awakmedia di Halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Kamis (5/12/2019).

PENGAKUAN Sindikat Pembuat Uang Palsu 630 Juta, Belajar Siasat Busuk via YouTube Sejak Awal 2019

KILAS KRIMINAL JATIM: Ancaman 12 Tahun Penjara Kiai Cabul di Jombang hingga Misteri Kematian Noval

Melihat kenyataan itu, Uud mengaku makin gelap mata.

Ia kalut dan merasa menemukan secercah harapan di dalam kemelut kemiskinan, yakni tayangan youtube yang menayangkan pengungkapan kasus pembuatan uang palsu di Bekasi.

"Belajar di Youtube, sampean ketik aja, pengungkapan uang palsu di Bekasi ada penjelasanya," jelasnya.

Ide tersebut kemudian ia konsultasikan kepada kawan karibnya, Sukriyanto (53) warga Balung, Jember.

Dongkolnya, bukan melarang sang karib, justru Sukriyan menyeponsori ide brilian yang setengah gila itu.

Sukri memberikan modal pada Uud untuk mencetak uang kertas palsunya secara bertahap.

Tiap pekan Sukri menyuntikan dana pada Uud sekitar Rp 4-5 Juta, dan tanpa sadar uang senilai Rp 19 Juta telah berbuah menjadi uang kertas palsu sebanyak Rp 630 Juta.

Namun sayang, sebelum uang ratusan juta belum juga berbuah menjadi uang asli yang mampu menutup modal, keduanya keburu diringkus Anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved