Kini Hadir Desa Wisata Menakjubkan, Taman Bunga di Pasuruan
Pengembangan desa wisata di Kabupaten Pasuruan terus bergeliat. Muncul desa wisata yang terus menambah pilihan destinasi wisata bagi para pengunjung y
Penulis: Galih Lintartika | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pengembangan desa wisata di Kabupaten Pasuruan terus bergeliat. Muncul desa wisata yang terus menambah pilihan destinasi wisata bagi para pengunjung yang sedang berlibur di Kabupaten Pasuruan.
Satu hari yang lalu, sebuah taman di Desa Sumbergedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan secara resmi dibuka untuk umum. Taman ini adalah Taman ADN Firdaus. Ini adalah taman bunga yang berlatarbelakang pemandangan yang luar biasa.
Taman ini memiliki pemandangan yang luar biasa. Pengunjung bisa menikmati pemandangan tiga gunung sekaligus disana. Ada gunung Penanggungan, Arjuno dan Welirang.
Ke depannya, taman ini akan menjadi penopa desa wisata ini. Taman ini berada di ketinggian. Sekitar 2 km dari Masjid Cheng Hoo Pandaan ke arah Trawas, Kabupaten Mojokerto. Taman ini sangat mudah ditemukan. Dari arah Pandaan, sudah ada arah panah untuk menuju ke taman ini.
Singkat cerita, ini adalah taman yang dibangun oleh Pemerintah desa setempat bersama warga. Taman ini berdiri di lahan tujuh hektar. Ide membuat taman ini ada sejak enam bulan yang lalu. Rencananya, masih banyak pengembangan di taman ini.
• 2 Juta Pil Koplo Dalam 19 Kotak Ditemukan dari Sebuah Ekspedisi Surabaya, Pengirim Asal Yogyakarta
• KRONOLOGI Tiga Bocah SMP Hilang Terseret Ombak Saat Berenang di Bibir Pantai Trianggulasi Banyuwangi
• BREAKING NEWS - Tiga Pelajar SMP Hilang Terseret Ombak Pantai Trianggulasi Banyuwangi
"Tujuan awalnya sih hanya ingin memberdayakan ekonomi rakyat. Ingin memberikan kesempatan warga untuk bisa meningkatkan pendapatannya, makanya kami buat taman seperti ini," kata Niam Sovie, Kepala Desa Sumbergedang kepada Tribunjatim.com.
Ia menjelaskan, pembangunan taman ini tanpa menggunakan Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD). Selain itu, taman ini juga dibangun bukan di Tanah Kas Desa (TKD), tapi di tanah petani dengan sistem kontrak.
"Kami tidak ingin bermasalah di kemudian hari. Taman ini murni, dari saya, dan semua warga disini. Karena memang dari awal konsepnya pemberdayaaan ekonomi dan memajukan desa ini menjadi desa wisata atau jujukan wisatawan," tambahnya.
Niam menerangkan, ke depan, semua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di masing - masing dusun, muaranya akan di sini. Jadi, taman ini menjadi tempat atau sentra kreatifitas para pelaku UMKM. Mereka bisa menjual dan memamerkannya di sini.
"100 persen dikelola warga. Mulai parkiran, orang jualan dan sejenisnya. Ini dari warga dan untuk warga. Ini sudah kami buka sejak Sabtu kemarin. Bukanya mulai pagi sampai malam. Tiket masuknya Rp 5.000 , untuk weekend dan acara tertentu Rp 10.000," tambahnya kepada Tribunjatim.com.
Ardi Roystam, salah satu konseptor Taman ADN Firdaus ini menjelaskan, di sini, ada tiga jenis bunga. Ada jenis lamtana, celosia yang terdiri dari beberapa jenis celosia dan lavender. Yang spesial, kata dia, adalah Celosia karena bunga ini berasal dari Thailand.
"Kami ingin menyuguhkan wisata taman bunga yang berbeda dengan lainnya. Kalau perlu nanti setiap musim tahun baru, kami ganti, lebaran, natal juga akan kami ganti. Jadi biar tidak jenuh pengunjung ini," ungkapnya.
Ia menyebut, memang konsepnya mengikuti perkembangan zaman. Kata dia, ini adalah destinasi wisata instagramable. Ia bahkan, menyiapkan spot apik untuk para pecinta seni fotografi. "Nanti akan kami kembangkan lagi. Masih banyak hal lain yang masih dalam tahap pembangunan," pungkas dia. (lih/Tribunjatim.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-pasuruan-taman-wisata-fordaus-adn-di-kabupaten-pasuruan.jpg)