Akhir Desember, Uniair Indotama Cargo Lakukan Pengapalan Pertama Dengan Fasilitas PLB e-commerce

PT Uniair Indotama Cargo (UIC) akan segera melakukan pengapalan pertama menggunakan fasilitas PLB e-commerce, akhir bulan Desember tahun ini.

Akhir Desember, Uniair Indotama Cargo Lakukan Pengapalan Pertama Dengan Fasilitas PLB e-commerce
istimewa
Sesi foto bersama setelah penandatanganan MOU, nomor 2 dari sebelah kiri Presdir Uniair Indotama Cargo, Lisa Juliawati bersama dengan sejumlah asosiasi bidang perdagangan, disaksikan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. 

 TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selaku perusahaan pengelola PLB e-commerce pertama di Indonesia, PT Uniair Indotama Cargo (UIC) akan segera melakukan pengapalan pertama menggunakan fasilitas PLB e-commerce, akhir bulan Desember tahun ini.

Menurut Presiden Direktur (Presdir) UIC Lisa Juliawati di Jakarta, Selasa (10/12), pertengahan bulan ini produk-produk milik IKM dan UKM yang siap ekspor akan mulai masuk ke gudang PLB e-commerce di kawasan berikat Marunda Centre, Jakarta Utara.

“Setelah itu kami akan tutup kontainer, dan rencananya kapal akan segera berangkat ke Tiongkok. Setibanya barang-barang tersebut di Tiongkok, maka produk-produk tersebut akan dimasukkan ke gudang PLB e-commerce di sana, sambil mitra dari UIC di sana meng upload (unduh) produk-produk tersebut, untuk dipasarkan baik di Tiongkok maupun di luar Tiongkok sebagai bagian dari ekspansi (perluasan) pasar," kata Lisa Juliawati .

"Arahnya adalah ke negara-negara tujuan di luar Tiongkok, namun masih termasuk dalam katalog yang ditawarkan, seperti misalnya ke Singapura, Malaysia, sampai ke Rusia, dan Amerika Serikat. Mengapa Tiongkok menjadi pililhan pertama kami dalam pemanfaatan ekspor produk-produk IKM, sebab selain daya tarik dalam hal jumah penduduk, kami mengharapkan mereka juga tertarik membeli produk-produk IKM Indonesia yang dikenal spesifik dan memiliki daya saing cukup kuat,” tambahnya.

Inovasi Berbagai Platform e-Commerce yang Makin Kreatif Diklaim Jet Commerce Dapat Menarik Konsumen

Hotel Whyndam Surabaya Punya Rumah Jahe 2,5 Meter dari Bubuk Jahe Asli, Yuk Intip!

Untuk dapat masuk ke pasar ekspor secara online dalam rangka tes pasar, satu hal yang saya tekankan adalah kemasan produk harus bagus.

Demikian pula sejumlah peraturan menyangkut standar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) bagi produk pangan dan produk pangan UMKM, minimal harus memiliki nomor Produk Industri Rumah Tangga P-IRT. Saat ini sejumlah produk yang cukup diminati di pasaran ekspor seperti Tiongkok misalnya, adalah makanan ringan (snack), kopi, dan biskuit. Ada juga yang mencari produk perawatan rambut (hair treatment).

Indonesia menurut Lisa, jangan sampai kalah bersaing dengan negara lain yang sudah sejak lama memanfaatkan fasilitas gudang berikat PLB e-commerce nya.

Dalam kaitan tingginya pemanfaatan sistem digital di Indonesia, maka seharusnya Indonesia menjadi pemain e-commerce nomor empat dunia.

Data yang dipetik dari Kementerian Perdagangan, hasil penelitian Google-Temasek-Bain (2019) mencatat peningkatan transaksi Gross Merchandise Value (GMV) e-commerce Indonesia mencapai USD 21 miliar. Transaksi ini diperkirakan meningkat menjadi USD 82 miliar pada 2025.

PLB e-commerce Fasilitas yang Dibutuhkan Di Era Digitalisasi Ini

Halaman
12
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved