Avanza Tercebur Parit 3 Meter
Penyebab Avanza Tecebur Parit Tiga Meter: Tikungan Tajam, Terhalang Pos, Tak Ada Rambu Pembantu
Tiga kali terjadi, kejadian serupa minibus yang tercebur ke parit sedalam tiga meter di Jalan Sutorejo Barat, satpam setempat beberkan penyebabnya.
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Minibus Toyota Avanza tercebur ke parit sedalam tiga meter di Jalan Sutorejo Barat, Sabtu (14/12/2019), pukul 13.00 WIB.
Budiono, satpam perumahan di wilayah Sutorejo Barat menyebut, tiga kali sebelumnya juga telah terjadi kecelakaan lalu lintas, serupa dengan yang dialami minibus Toyota Avanza hitam bernopol L 1201 ZX yang dikemudikan Renggar.
Dari tiga kali kejadian laka tunggal itu, satu diantaranya dialami oleh pengendara sepeda motor.
• Kapan Registrasi UTBK SBMPTN 2020 Dimulai? Login Akun LTMPT di portal.ltmpt.ac.id untuk SNMPTN
• Kiper Timnas U-23 Indonesia Nadeo Argawinata Tanggapi Soal Kemiripannya dengan Kepa Arrizabalaga
• UPDATE Wanita Mojokerto Mandi Sambil Naik Motor Dipanggil Polisi, Disanksi Tilang Tak Pakai Helm
• Tangkap Pengedar Sabu di Perbatasan Gresik, Pria Paruh Baya Ini Tak Sangka Gerak-Geriknya Diawasi
• Botox Bisa Jadi Pilihan Treatment Ketiak, Bau Tak Sedap Berlebihan Pun Berkurang
• Bali United Juarai Liga 1 2019, Semen Padang dan Kalteng Putra Numpang Lewat?
"Ya yang motor itu sampai masuk ke parit. Satu lagi mobil itu hanya menabrak pohon," kata Budiono.
Menurutnya, kondisi jalanan merupakan salah satu faktor terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut.
Pasalnya, Jalan Sutorejo Barat tepat di tikungan tajam dari arah Jalan Dharmahusada Permai menuju Jalan Sutorejo Barat.
• Ada Potensi Jatim Hujan Lebat dan Angin Kencang, BMKG Keluarkan Rilis Kondisi Cuaca 3 Hari Ke Depan
• Pelatih Madura United Tetap Apresiasi Semangat Juang Pemainnya, Meski Kalah Telak Lawan Persija
"Kadang motor atau mobil itu kencang dari arah Barat. Begitu belokan ke kiri, itu terhalang pos. Kemudian jalan menyempit dan dipakai dua lajur berlawanan. Mungkin karena kaget itu banyak terjadi laka tunggal," tambahnya.
Tak ada rambu pembantu juga menjadi salah satu kurangnya kewaspadaan pengguna jalan di sekitar lokasi.
"Tidak ada rambu hati-hati atau kaca cembung besar biar tahu kondisi jalan dan lajur yang digunakan berlawanan. Itu menjadi salah satu kurangnya kewaspadaan pengguna jalan," tandasnya.