Kasus Kerusuhan Asrama Mahasiswa Papua, Jaksa Hadirkan Saksi dari Profiling Tim Cyber Polda Jatim

"Ada yg tidak benar. Kalimat bendera robek saya ganti saat diwawancarai salah satu tv. Jadi saya ucap seharusnya tiangnya patah," ungkap Mak Susi.

Kasus Kerusuhan Asrama Mahasiswa Papua, Jaksa Hadirkan Saksi dari Profiling Tim Cyber Polda Jatim
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Suasana sidang kasus dugaan kerusuhan Asrama Papua di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, (18/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sidang lanjutan kasus dugaan kerusuhan Asrama Papua kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya.

Terdakwa Tri Susanti alias Mak Susi bersama tim penasehat hukumnya mendengarkan keterangan saksi dari Anggota Tim Cyber Ditreskrimum Polda Jatim.

Ari Cahyo sebagai saksi dari unit profiling dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. 

Ari Cahyo memberi kekasian, bahwa pada tanggal 16 Agustus 2019 lalu, ia mendapat data dari akun twitter milik salah satu stasiun tv.

Dalam data tersebut, terdapat sebuah wawancara terdakwa Tri Susanti yang mengatakan bendera yang sobek. 

"Pada kenyataannya bendera tidak sobek. Hanya tiang yang bengkok. Pengaruhnya mengundang gelombang massa untuk melakukan protes ke asrama tersebut," terang saksi Ari Cahyo, Rabu, (18/12/2019). 

Wali Kota Risma Ajak Masyarakat Bergerak Aktif Cegah Stunting di Surabaya

Pura-pura Beli Ayam Jago Bangkok, Residivis Asal Blitar Bawa Lari Motor Tukang Ojek Tulungagung

Saat ditanya oleh hakim yang diketuai oleh Yohanes apakah saksi mengecek langsung di lokasi.

Ari Cahyo sebagai saksi mengaku, tidak melakukan pegecekan secara langsung di lokasi.

Pasalnya, ada tim sendiri yang memantau langsung. 

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved