Natal dan Tahun Baru

Menghadapi Akhir Tahun 2019, Harga Sembako di Magetan Adem Ayem

Hampir seluruhnya harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di wilayah Kabupaten Magetan belum menunjukan adanya lonjakan harga yang berarti.

Surya/ Doni Prasetyo
Pedagang daging sapi di Pasar Sayur Magetan mengaku harga daging masih seperti setahun lalu, belum ada tanda tanda lonjakan harga menjelang Natal Tahun Baru 2020 mendatang. 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Hampir seluruhnya harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di wilayah Kabupaten Magetan belum menunjukan adanya lonjakan harga yang berarti. Daging sapi dan ayam pedaging masih relatif seperti sebelumnya.

Kalau pun ada kenaikkan, maksimal Rp 500/kilogram. Kecuali kentang, yang kenaikkannya mencapai 50 persen atau dari Rp 10.000/kilogram, menjadi Rp 15 kilogram. Juga telur ayam yang semula Rp 20.000 - Rp 21.000 per kilogram, saat ini Rp 26.000 per kilogram. Ditingkat eceran Rp 27.000 per kilogram.

"Harga daging stabil Mas, tetap seperti setahun lalu, tidak ada kenaikkan. Pembelinya juga biasa, walau Hari Raya umat Kristiani tinggal lima hari, tapi penjual daging sapi tetap saja, seperti hari biasa,"kata Suwarni Asih atau biasa dipanggil Mbak Asih, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Sayur, Magetan kepada Surya, Kamis (19/12).

Menurut Mbak Asih, hari hari biasa seperti sekarang ini, penjualan tidak sampai menyembelih lebih dari dua ekor sapi. Kalau pun ramai di hari biasa maksimal dua ekor sapi.

Belasan Ribu Perempuan Jadi Korban Pelecehan Seksual, FPL Desah Percepatan Pengesahan RUU-PKS

Cara Daftar BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir, Berikut Sanksinya Jika Melanggar

Persebaya Vs Perseru Badak Lampung FC, Aji Santoso Waspadai Tim Tamu yang akan Bermain Tanpa Beban

"Saat ini harga daging sapi untuk kualitas super atau has sebesar Rp 120.000 per kilogram, sedang kualitas biasa atau rawonan Rp 100.000 - Rp 110.000 per kilogram,"ujar pemilik UD Rojokoyo Grup.

Dikatakan Mbak Asih, kalau harga stabil dan kompak sesama pedagang, itu sudah untung. Keresahan pedagang daging bila diserbu daging impor. Walau kualitas daging tidak sebaik lokal, tapi pembeli melihat harga murah.

"Hancurnya harga daging itu kalau sesama pedagang tidak kompak, kedua adanya daging dari luar daerah maupun luar negeri. Termasuk, masuknya daging gelonggongan,"ujar Asih, seraya mengatakan masalah stok daging untuk tahun ini aman.

Seperti diketahui harga kebutuhan sembako menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) di Pasar Sayur Magetan rekatif stabil. Kalau pun ada kenaikkan maksimal Rp 1000 per kilogram, kecuali kentang mertega, bawang putih, dan telur horn.

"Untuk beras dan bumbu dari relatif tidak ada kenaikkan. Beras aja hanya naik Rp 500 per kilogram, ada beras jenis jenis tertentu yang tidak mengalami kenaikkan. Sedang sayur mayur tetap, hanya kentang, bawang putih masing masing naik antara Rp 5000 per kilo gram,"kata Wakil Bupati Magetan Ny Naniek Sumantri.

Sementara harga minyak goreng curah, dan kemasan masih tetap kalau pun ada kenaikkan maksimal kisaran Rp 2000 per liter, sedang minyak goreng kemasan hampir tidak ada kenaikkan, kalau pun naik, tidak lebih dari Rp 500 per liter. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved