Berstatus Waspada, Pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu Magetan Bisa Ditutup Sewaktu-Waktu
Pengelola jalur pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu Magetan, menyampaikan bahwa jalur pendakian berstatus waspada
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Ndaru Wijayanto
Ringkasan Berita:
- Jalur pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu berstatus waspada akibat cuaca yang tidak menentu, namun masih beroperasi normal.
- Perhutani memprioritaskan keselamatan pendaki dengan memantau cuaca harian dan siap menutup jalur sewaktu-waktu jika terjadi hujan lebat disertai angin kencang.
- Tim melakukan patroli rutin untuk memeriksa titik rawan seperti jalur berbatu, area licin, dan potensi longsor kecil.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Pengelola jalur pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu Magetan, menyampaikan bahwa jalur pendakian berstatus waspada, seiring cuaca yang mulai tidak menentu.
Kendati demikian, jalur pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu Magetan, saat ini masih beroperasi normal.
Gunung Lawu sebuah gunung berapi aktif yang terletak di Pulau Jawa, tepatnya di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, Indonesia.
Memiliki ketinggian 3.265 mdpl, Gunung Lawu terletak di antara tiga kabupaten, yaitu Karanganyar (Jawa Tengah), Ngawi, dan Magetan (Jawa Timur).
Asper BKPH Lawu Selatan Mulyadi, menekankan keselamatan pendaki menjadi prioritas utama dalam pengelolaan jalur pendakian.
“Perhutani terus memantau cuaca harian, sebelum mengambil keputusan,” ujar Mulyadi, Selasa (18/11/2025).
Dirinya menambahkan, meski jalur pendakian tetap buka, namun jika terjadi hujan yang sangat lebat dengan intensitas tinggi, terus menerus, disertai dengan angin, jalur berpotensi ditutup sewaktu-waktu demi keselamatan pendaki.
Menurutnya, cuaca bisa berubah dalam hitungan menit di Gunung Lawu. Maka dari itu, jika masuk fase hujan berat, disertai hembusan angin kencang, pihaknya tidak bisa kompromi.
Baca juga: Cuaca Tak Bersahabat, Harga Tembakau di Lereng Gunung Lawu Magetan Terjun Bebas
“Kondisi cuaca di pegunungan Lawu dapat berubah cepat, sehingga pengelola tidak ingin mengambil risiko.Biasanya keputusan penutupan langsung kami ambil di lapangan,” tuturnya.
Selain pemantauan, Mulyadi menjelaskan, tim rutin patroli guna memastikan keamanan rute, sekaligus memeriksa titik-titik rawan seperti jalur berbatu, area berakar licin, dan lokasi yang berpotensi terjadi longsor kecil.
Pihaknya menegaskan, pendaki wajib lebih disiplin selama kondisi cuaca tidak menentu demi mengurangi risiko kecelakaan.
“Kami tetap mengingatkan pendaki agar memperhatikan kondisi sekitar, terutama setelah hujan. Jalurnya bisa sangat licin. Pendaki jangan memaksakan diri kalau cuaca sudah gelap atau hujan mulai deras,” tegasnya.
Baca juga: Terduga Maling Helm di Parkiran Cemoro Sewu Magetan Dihadiahi Bogem Mentah dari Warga
“Apabila kondisi tidak memungkinkan, lebih baik menunda pendakian daripada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Cek prakiraan cuaca terbaru, membawa perlengkapan hujan, headlamp, dan baju ganti,” sambung Mulyadi.
| Plafon Gedung Abirama Senilai Rp15 Miliar Ambruk Lagi, DPRD Tuban Curigai Masalah Konstruksi |
|
|---|
| Tari Jalak Lawu Magetan, Harmoni Gerak Burung Gading dan Kisah Setia Patih Wongso Menggolo |
|
|---|
| Antrean Panjang Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemorosewu Jadi Sorotan, Luber sampai ke Jalan |
|
|---|
| Jember Digempur 146 Kali Bencana Alam Sepanjang 2026, BPBD Tetapkan Siaga 1 |
|
|---|
| Dapur Roboh Diterjang Angin Kencang, Lansia di Sampang Tewas Tertimpa Reruntuhan saat Memasak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Pintu-Masuk-Jalur-Pendakian-Gunung-Lawu-via-Cemoresewu-Magetan.jpg)