Kekerasan Timpa Muslim Uighur, GUIB Jatim Minta Pemerintah Indonesia Lakukan Diplomasi dengan China

Sekretaris Jenderal GUIB Jatim, Mochammad Yunus menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang tampak pasif melihat konflik di Uighur, Xinjiang, China.

Kekerasan Timpa Muslim Uighur, GUIB Jatim Minta Pemerintah Indonesia Lakukan Diplomasi dengan China
TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Sekretaris Jenderal Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, Mochammad Yunus 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sekretaris Jenderal Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jatim, Mochammad Yunus menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang tampak pasif melihat konflik di Uighur, Xinjiang, China.

Menurut Mochammad Yunus, ketidakhadiran Pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan kekerasan umat muslim di Uighur sangat mengecewakan rakyat Indonesia yang mayoritas beragama Islam

"Rakyat Indonesia mayoritas beragam Islam, 88 persen. Ini ada ikatan ukhuwah islamiah, sesama saudara seiman dan seagama, jadi pasti rakyat ini kecewa," ucap Mochammad Yunus, Jumat (20/12/2019).

Polresta Sidoarjo Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Tes Urine bagi Sopir Bus, Ini Tujuannya

Adies Kadir Minta Pengawasan Lapas Ditingkatkan, Arteria Dahlan Soroti Pelayanan Hukum dan HAM

Mochammad Yunus menilai, Pemerintah Indonesia saat ini mempunyai hubungan yang sangat baik dengan China.

Sehingga diplomasi dan masukan-masukan dari Pemerintah Indonesia tentu akan sangat dipertimbangkan oleh pemerintah China, termasuk penyelesaian kekerasan umat Islam di Uighur yang tak kunjung usai.

BBPJN VIII Masih Lakukan Perawatan untuk Jalan Raya Porong Sidoarjo

Menyambut Hari Ibu, Warga Binaan Rutan Medaeng Menangis Haru Saat Sungkem dan Basuh Kaki Orang Tua

"Apalagi kan pemerintah ini sudah periode yang kedua dan semua sudah sepakat bahwa pemerintah saat ini adalah pimpinan seluruh rakyat Indonesia," ucap Mochammad Yunus.

Mochammad Yunus meminta transparansi dari pemerintah China untuk memberikan klarifikasi terkait duduk permasalahan hingga muslim di Uighur mendapatkan perlakuan kekerasan sedemikian rupa.

"Kalaupun memang di sana ada separatisme maka jangan digebyah uyah bahwa semuanya adalah persoalan separatis, karena fakta-fakta di lapangan ada camp konsentrasi dan mereka disekap di situ dan juga tidak boleh melaksanakan ibadah China harus transparan itu, kalau tidak transparan ini akan semakin menimbulkan kecurigaan," lanjut Mochammad Yunus.

Mochammad Yunus mengungkapkan, meskipun mayoritas penduduk China tidak beragama, tapi ketika ada sebagian masyarakat yang mempunyai agama baik Muslim, Budha, dan yang lain, maka negara harus tetap memberikan fasilitas.

Halaman
123
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved