VIRAL Banjir di Harun Tohir, Komisi III DPRD Gresik Geram: Salah, Salah Besar!
Sidak proyek perencanaan di Jalan Harun Tohir, Sekertaris Komisi III DPRD Gresik sebut salah besar.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kalangan Dewan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat pengerjaan proyek di Jalan Harun Tohir, Gresik.
Pasalnya, hujan yang mengguyur beberapa jam saja pada Rabu (25/12/2019) kemarin membuat beberapa ruas jalan tergenang.
Banjir tersebut menggenangi salah satu proyek yang didanai oleh APBD Gresik tahun 2019 dan belum selesai pengerjaannya meskipun batas waktu kontraknya berakhir pada Jum’at (27/12/2019).
Komisi III DPRD Gresik mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) menjatuhkan blacklist dan mendenda pelaksana proyek yang tak selesai tepat waktu.
• Prakiraan Cuaca BMKG Besok Sabtu (28/12/2019) di Surabaya, Pagi sampai Malam Tak Hujan
• Babak Baru Viral Pencurian Motor di Facebook Adinda Putri Mentari: 4 Pelaku Akan Rilis Hari Ini
Bahkan, hasil evaluasi yang dilakukan Komisi III, banyak proyek infrastruktur yang merugikan masyarakat karena perencanaan yang buruk.
“Ini harus segera dievaluasi besar-besaran. Termasuk pengerjaan yang asal-asalan. Jalannya tinggi saluran airnya seperti ini. Warga jadi kebanjiran," ujar Sekertaris Komisi III DPRD Gresik, Abdullah Hamdi disela-sela sidak proyek Jalan Harun Thohir yang sempat kebanjiran, Kamis (26/12/2019).
Menurutnya, proyek peningkatan jalan tersebut membuat warga kebanjiran. Penyebabnya, drainase tidak berfungsi, karena pemborong tak membobol drainase yang buntu.
Ditambah lagi, posisi jalan lebih ditinggikan dari perkampungan.
• TERPOPULER: Perbuatan Nakal Ayah Tiri ke Tubuh Gadis Tulungagung hingga Kecelakaan di Tol Porong
• Kontrak Persebaya Surabaya Belum Jelas, Novan Setya: Saya Perjalanan Mudik
"Jalannya tidak banjir, warganya yang kebanjiran. Ini sudah jelas salah perencanaannya," kata dia.
Menurut pria asal Menganti ini tidak perlu jalan dibuat tinggi dan salurannya ikut ditinggikan. Semestinya, saluran dibuat besar sehingga pembersihannya mudah dan dipastikan pembuangan air ke laut lancar.
"Jadi, perencanaan proyek Jalan Harun Thohir salah, salah besar. Sudah saya sidak pas banjir warga marah-marah karena kebanjiran," tegasnya.
• Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat, 27 Desember 2019: Leo Terbantu Dewi Fortuna, Scorpio Tersisih
• Ternyata Wanita Surabaya yang Tewas Ditabrak Kereta Api di Perlintasan Wonokromo Seorang Tuna Rungu
Politisi PKB semakin geram ketika melihat ada saluran air yang crossing tak dibobol agar air mengalir lancar. Alhasil, ketika hujan deras pada Rabu (25/12/2019) kemarin, warga kebanjiran.
Alasannya pemborong tak mau melanjutkan pekerjaan crossing karena ada saluran air PDAM Giri Tirta dan kabel milik PHE WMO. Ketika pemborong hendak mengeruk dengan alat berat yakni beckho, dilarang.
“Kalau dilarang pakai beckho, ya dikerjakan manual. Bisa. Pipanya PDAM diameternya kecil. Begitu juga dengan kabel milik PHE WMO tidak sebesar jari telunjuk. Seperti ini tidak dibongkar,” tegasnya.
Setelah banjir di Harun Tohir viral, DPUTR Gresik memerintahkan kontraktor untuk menggali secara manual.
• PSG Gresik Promosi ke Liga 2 2020: Tidak Mau Numpang Lewat
• Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Jumat (27/12/2019) di Jawa Timur, Potensi Hujan Intensitas Lebat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/sidak-di-jalan-harun-tohir-kamis-26122019.jpg)