Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Banyak Alat Deteksi Tanah Longsor di Gunung Lawu Rusak, Pantauan Dini di Magetan Tak Maksimal

Banyak Alat Deteksi Tanah Longsor di Gunung Lawu Rusak, Pantauan Dini di Magetan Tak Maksimal.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Sudarma Adi
SURYA/DONI PRASETYO
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Provinsi Jawa Timur Suban Wahyuono (kacamata) dan Bupati Magetan Suprawoto (kaos hijau) mengunjungi lokasi rawan longsor, dan banjir bandang di wilayah Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. 

Banyak Alat Deteksi Tanah Longsor di Gunung Lawu Rusak, Pantauan Dini di Magetan Tak Maksimal

TRIBUNMAGETAN.COM, MAGETAN - Hujan badai yang menerjang Kabupaten Magetan sejak sepekan lalu bisa memicu tanah longsor di hampir seluruh wilayah Kabupaten Magetan.

Apalagi alat deteksi tanah longsor yang dipasang di sejumlah titik hampir seluruhnya tidak berfungsi.

"Dari peninjauan disejumlah wilayah di Kabupaten Magetan ini ditemukan beberapa alat deteksi tanah bergerak yang ada di lereng Gunung Lawu kondisinya rusak, tidak bisa berfungsi lagi," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Jatim Suban Wahyuono kepada TribunJatim.com, saat meninjau sejumlah wilayah di Kabupaten Magetan yang sering menjadi langganan longsor, Senin (6/1/2020).

Nasib Pilu Bocah 12 Tahun Tewas Tertabrak Mobil Jasa Uang di Magetan, Hal Lain Bikin Warga Berjubel

Cidera, Empat Pendaki Gunung Lawu di Magetan Dievakuasi , Seorang Mengalami Hipotermia

Heboh Penyebab Gadis Berjilbab Pingsan Bersimbah Darah di Toilet Sekolah Magetan, Ada Bayi di Baskom

Akibat rusaknya alat deteksi tanah bergerak itu, lanjut Suban, usaha melakukan pemantauan dini terjadinya tanah gerak atau longsor menjadi tidak maksimal.

Karena itu, Pemkab Magetan bisa berkoordinasi dengan Pemprov Jatim, untuk mengganti alat deteksi yang rusak itu.

"Mengingat Kabupaten Magetan masuk dalam 13 kabupaten, dari 38 Kabupaten, di Jawa Timur yang masuk daerah rawan bencana alam, seperti tanah longsor, banjir bandang, dan hujan badai,"ujar Suban Wahyuono.

Dikatakan Suban, penyebab terjadinya tanah longsor ada berbagai sebab, diantaranya kurangnya kesadaran warga masyarakat untuk menjaga dan peduli kepada kelestarian lingkungan.

"Tidak hanya itu, alih fungsi hutan menjadi lahan persawahan dan perkebunan juga penyebab bencana. Karena alih fungsi hutan itu, daya resap tanah berkurang dan itu sebagai penyebab bencana tanah longsor,"kata Suban.

Magetan, tambah Suban, masuk zona merah atau rawan terjadi bencana alam. Apalagi memasuki musim penghujan ini, warga masyarakat di Kabupaten Magetan dihimbau untuk selalu waspada dan berhati hati.

"Mengantisipasi akibat bencana alam yang terjadi sewaktu waktu, warga masyarakat Kabupaten Magetan agar aktif menjaga kelestarian alam dan hutan, tidak lagi merubah fungsi hutan menjadi kebun dan persawahan. Dan warga diminta membuat sumur resapan,"kata Suban.

Kalaksa BPBD Provinsi Jatim Suban Wahyuono meninjau langsung lokasi rawan longsor dan banjir bandang (air bah) di lereng Gunung Lawu bersama Bupati Magetan Suprawoto.

Sejumlah lokasi rawan longsor dan hujan badai, yang dikunjungi keduanya, yaitu di Desa Ngancar, Kecamatan Plaosan, Magetan dan Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved