Anak Janda Penjual Jajanan Keliling, Dirawat Intensif di RS, Diduga Stunting ?

Upaya Pemkab Lamongan Jawa Timur menzerokan stunting di wilayahnya belum sepenuhnya berhasil.

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Inilah kondisi Meilani saat sebelum dirujuk ke RSUD dr Soegiri Lamongan. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Upaya Pemkab Lamongan Jawa Timur menzerokan stunting di wilayahnya belum sepenuhnya berhasil.

Setidaknya ada seorang anak Meilani Alfira Damayanti (2, 8 tahun) asal Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan kini sedang berbaring dirawat di ruang Anggrek 5 RSUD dr Soegiri jalan Kusuma Bangsa.

Kondisi anak perempuan ini sangat memprihatinkan, kurus kering dengan berat badan yang tidak ideal dengan pertumbuhan umurnya.

Anak janda penjual jajanan keliling ini tergolek lemas meski sudah mendapatkan perawatan selama dua hari ini. Ia ditunggu ibunya dan neneknya.

"Iya mas, baru kemarin masuk rumah sakit," kata ibu Meilani, Dwi Novita (29) Minggu (12/1/2020).

Dwi mengaku sejak lahir hingga berusia 2, 7 tahun normal - normal saja seperti anak - anak seusianya. Lahirnya juga normal dengan berat badan 3 kilogram.

Namun perubahan kesehatan sangat drastis mulai sebulan lalu.

Ribuan Warga Berdzikir di Masjid Agung Sidoarjo

Anak Disekap dan Diborgol di kandang Ayam oleh Orang Tuanya

Harga Cabai Semakin Hari Semakin Pedas di Gresik, Kini capai Rp 65 Ribu Perkilogram

"Nggih setiap makan langsung muntah," kata Dwi kepada Tribunjatim.com.

Sebagai orang tua, Dwi langsung memeriksakannya ke klinik swasta.

Dan menurut petugas medis dikatakan Meilani hanya terpengaruh susu, atau disebutnya alergi susu sapi.

" Saya diminta mengganti dengan susu Soya, " ungkapnya kepada Tribunjatim.com.

Ternyata, meskis ia sudah mengganti dengan susu Soya, Meilani tetap saja muntah. Setiap kali disuapi makanan pasti.

"Sampai - sampai saya menyediakan dua piring, satu untuk makanan dan satu untuk tempat muntah," katanya.

Pihak perangkat desa yang mendapati warganya seperti ini, langsung beriktikad baik membawa Meilani ke RSUD dr Soegiri.
Sehari setelah dibawa ke RSUD, kondisi sang anak mulai menunjukkan perubahan kondisi umum (KU-nya, red) mulai membaik.
"Sebelum dibawa ke sini berdiri aja tidak sanggup, usai diberi cairan sekarang sudah mendingan," ungkap Dwi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved