Penuhi Undangan Panitia Angket, Ratusan GTT dan PTT Jember Gelar Aksi Simpatik

Ratusan orang guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di Kabupaten Jember mendatangi gedung DPRD Jember, Rabu (15/1/2020)

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yoni Iskandar
sri wahyunik/surya
Sejumlah GTT dan PTT menggelar doa bersama sebelum memenuhi undangan Panitia Angket DPRD Jember, Rabu (15/1/2020) 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Ratusan orang guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di Kabupaten Jember mendatangi gedung DPRD Jember, Rabu (15/1/2020) sore. Mereka mendatangi gedung dewan untuk memenuhi undangan dari Panitia Angket.

Baru kali ini, tamu yang diundang oleh Panitia Angket DPRD Jember datang dalam jumlah banyak. Meskipun hanya perwakilan saja yang melakukan rapat dengan Panitia Angket, namun rupanya banyak GTT dan PTT yang antusias menghadiri undangan tersebut.

Berdasarkan sejumlah guru, sekitar 500 orang ikut datang ke gedung dewan. Saking banyaknya, lebih banyak GTT dan PTT yang berada di luar gedung.

Akhirnya kedatangan para GTT dan PTT ini sekaligus menjadi ajang aksi simpatik. Mereka menyerukan sejumlah tuntutan dan harapan kepada anggota dewan, selain untuk memenuhi undangan Panitia Angket.

Lagi, Bupati Jember Berkirim Surat kepada Panitia Angket Soal Ketidakhadiran Pejabat OPD Jember

Banjir Melanda Surabaya, Sejumlah Lokasi Tergenang Air, Petugas Satpol PP Turun Atur Lalu Lintas

Surabaya Diguyur Hujan Deras, Ruas Jalan di Wonokromo dan Ketintang Banjir, Puluhan Motor Mogok

Karenanya, sebelum bertemu Panitia Angket, para guru tersebut melakukan aksi simpatik. Mereka duduk di area penurunan penumpang di depan pintu masuk gedung DPRD Jember. Mereka melakukan doa bersama di tempat tersebut.

Mereka berdoa bersama untuk perjuangan mereka. Para GTT dan PTT itu menyerukan beberapa tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Jember melalui DPRD Jember.

"Kami ingin kepala daerah membuat SK untuk para GTT ini. Supaya, para guru tidak tetap bisa mendapatkan sertifikasi. GTT itu sebagai salah satu syarat pengurusan sertifikasi. SK bukan untuk mencairkan honor," tegas Halil Ediyanto, Ketua Umum Asosiasi GTT PTT Kabupaten Jember kepada Tribunjatim.com.

Selain itu, para GTT dan PTT juga menyerukan supaya Pemkab Jember mengalokasikan honor untuk GTT dan PTT sesuai dengan upah minimum regional (UMR) di APBD Jember tahun 2020.

"Kami sudah sering turun jalan untuk berjuang. Kami sudah berkirim surat kepada banyak pihak juga, termasuk kepada bupati. Kami akan terus berjuang demi kesejahteraan GTT dan PTT," tegas Halil kepada Tribunjatim.com.

Setelah menyelesaikan doa bersama dan istighasah di halaman DPRD Jember, perwakilan GTT dan PTT memenuhi ruang Banmus DPRD Jember untuk memenuhi undangan dari Panitia Angket DPRD Jember. (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved