Curhat Mahasiswa Aceh Terisolasi di Wuhan, Liburan Berubah Kengerian, Bahas Bantuan dari Pemerintah

Inilah cerita Sapriadi, berlibur ke Wuhan berubah menjadi mengerikan setelah ia tak bisa keluar dan terjebak di kota mematikan tersebut.

Curhat Mahasiswa Aceh Terisolasi di Wuhan, Liburan Berubah Kengerian, Bahas Bantuan dari Pemerintah
Kolase Serambinews.com, TribunJatim.com
Foto kolase SApriadi mahasiswa aceh yang terisolasi di kota Wuhan 

Dirinya dan rekan-rekannya hanya bisa beraktivitas di kamar dan di rumah saja saat ini.

Hal itu dikarenakan otoritas China yang mengeluarkan larangan untuk tetap berada di rumah masing-masing.

Nasib Wanita Kabur di Pernikahan karena Mertua Datang, Kasus Pernah Viral, Hidup Kini Sosialita

“Niat saya pertama ke Wuhan untuk liburan saja, tapi pada akhirnya saya tidak bisa ke mana mana lagi, dan untuk sementara saya hanya bisa menentap di Wuhan, karna semua akses transportasi di tutup."

"Jadi kami hanya bisa berdiam di kamar,” ungkap Sapriadi salah satu dari 12 mahasiswa yang terjebak di Kota Wuhan saat ini.

Jadi total mahasiswa Aceh di China sekarang ada 27 orang, 12 di antaranya yang terjebak di kota wuhan, termasuk saya sendiri yang terjebak Wuhan.

Dijelaskan Sapriadi, pada 14 Januari 2020 yang lalu Sapriadi berangkat dari Jilin ke Kota Shanghai, dan pada 20 Januari ia bersama dua temannya kembali berangkat dari Shanghai ke Kota Wuhan.

“Niat saya di Wuhan hanya sebentar saja, sebab pada Kamis (23/1/2020) saya sudah memesan tiket untuk berangkat ke Beijing, namun sehari sebelumnya saya mendapat kabar dari pihak maskapai, bahwa tiket saya di cancel, karena adanya wabah virus Corona,” jelas Sapriadi.

Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020.
Tim medis memeriksa seorang pasien yang terinfeksi virus corona di Rumah Sakit Jinyintan Wuhan pada 26 Januari 2020. (EPA-EFE/STR)

Ia menambahkan, saat ini ia bersama dengan rekan-rekannya hanya bisa beraktivitas di kamar saja dengan para mahasiswa lainnya asal Aceh.

Sebenarnya, SApriadi dan rekan-rekan berharap agar bisa keluar dari kota mematikan itu.

Menyusul wabah virus corona yang menakutkan dan terus menerus meluas.

Halaman
1234
Penulis: Ignatia
Editor: Januar AS
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved