Waspada! Membeli dan Mengendarai Motor Bodong di Bangkalan Diancam Hukuman 4 Tahun Penjara

Polres Bangkalan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan tanpa dilengkapi dokumen resmi yang sering disebut dengan bodong

Waspada! Membeli dan Mengendarai Motor Bodong di Bangkalan Diancam Hukuman 4 Tahun Penjara
TRIBUNJATIM.COM/AHMAD FAISOL
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan kendaraan tanpa dilengkapi dokumen resmi alias bodong karena bisa terancam hukuman pidana 4 tahun penjara. 

TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Polres Bangkalan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan tanpa dilengkapi dokumen resmi yang sering disebut dengan bodong.

Imbauan itu sengaja diberikan untuk menekan angka tindak kejahatan pencurian sepeda motor.

Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra mengungkapkan, kendaraan tanpa dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) patut diduga hasil pencurian, penggelapan, dan pembegalan.

"Jangan coba-coba memiliki, membeli, dan menggunakan kendaraan bodong. Itu perbuatan pidana, bisa dipenjara empat tahun," ungkap AKBP Rama Samtama Putra, Rabu (29/1/2020).

Puluhan Eks Karyawan PT KAI Minta Perlindungan DPRD Jatim Soal Status Rumah Dinas

Dies Natalis 50 Tahun, STIE Perbanas Surabaya Bagikan 250 Paket Sembako Gratis

Kisah Sedih Anik Ismawati, Penderita Kanker Payudara Tinggal di Kontrakan Kecil Sidotopo Surabaya

Forum Masyarakat dan Santri Desak Polisi Tindak Tegas Ustaz Kediri Cabuli Santriwati di Bawah Umur

Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya Ajak Ratusan Warga Memahami Jenis Narkoba

AKBP Rama Samtama Putra menjelaskan, ancaman pidana empat tahun penjara tersebut telah diatur dalam Pasal 480 KUHP tentang Penadahan.

Oleh karena itu, AKBP Rama Samtama Putra meminta masyarakat sebelum membeli kendaraan, baik mobil ataupun sepeda motor, pastikan terlebih dulu kelengkapan surat-suratnya.

"Hati-hati ketika ditawari kendaraan dalam kondisi baru dan bagus dengan harga sangat murah. Itu modus, perlu diwaspadai," tegas mantan Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Dalam Konferensi Pers Analisan dan Evaluasi (Anev) Situasi Keamanan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) akhir tahun, Senin (30/12/2019) disebutkan, total angka kriminalitas di 2018 dan 2019 mengalami penurunan hingga 11 persen.

Di tahun 2018 total dari beragam jenis kriminalitas mencapai 438 kasus. Sedangkan di tahun 2019 tercatat 388 kasus.

Namun dua jenis aksi pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) cenderung meningkat.

Pembunuhan Sadis Pasutri Pengusaha Tuban, Kepala Dipukul Pakai Paving, Terdakwa Divonis Seumur Hidup

Sidang Perdana Krisis Air Bersih Kota Malang, Warga Minta Tiga Hal Ini ke PDAM

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved