Ratusan Rumah Warga Dua Desa di Kesamben Jombang Tiga Hari Terendam Banjir

Ratusan rumah warga dua desa di Kecamatan Kesamben, di Kabupaten Jombang, terendam banjir. Banjir berlangsung sejak hari Minggu (2/2/2020).

ISTIMEWA
Ratusan rumah warga di dua desa di Kecamatan Kesamben, di Kabupaten Jombang terendam banjir. Banjir sudah berlangsung sejak Minggu (2/2/2020) dan sampai saat ini belum surut. (TRIBUNJATIM.COM/SUTONO) 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Ratusan rumah warga dua desa di Kecamatan Kesamben, di Kabupaten Jombang, terendam banjir. Banjir berlangsung sejak hari Minggu (2/2/2020) dan sampai saat ini belum surut.

Dua desa yang kebanjiran ini adalah Desa Jombok dan Desa Blimbing. Keduanya di Kecamatan Kesamben.

Ketinggian air bervariasi mulai dari 15-50 sentimeter atau sekitar setinggi lutut orang dewasa.

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Jombang, Pepi Maria membenarkan adanya ratusan rumah warga di dua desa yang terendam banjir ini.

Diduga Kena Percikan Api Saat Tambal Ban, Kios Bensin di Jalan Diponegoro Surabaya Hangus Terbakar

Viral, Kisah Siswa SMPN 16 Malang yang Dibully, Pelaku Ngaku Angkat dan Jatuhkan Korban ke Paving

Ratusan rumah warga di dua desa di Kecamatan Kesamben, di Kabupaten Jombang terendam banjir.  Banjir sudah berlangsung sejak Minggu (2/2/2020) dan sampai saat ini belum surut.
Ratusan rumah warga di dua desa di Kecamatan Kesamben, di Kabupaten Jombang terendam banjir. Banjir sudah berlangsung sejak Minggu (2/2/2020) dan sampai saat ini belum surut. (TRIBUNJATIM.COM/SUTONO)

Gara-gara Bakar Sampah, Kandang Sapi di Desa Pademawu Pamekasan Terbakar, Kerugian Capai Rp 5 Juta

Pameling, Alpukat Unggulan Baru Asal Malang yang Prospektif Ekspor

BERKARAT dan Usang Tak Terurus, Pejalan Kaki Keluhkan JPO Depan Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang

Jumlahnya sebanyak 445 kepala keluarga (KK).

Mereka yang terdampak banjir ini, rinciannya 285 KK di Dusun Beluk Desa Jombok dan 160 KK di Dusun Kendondong, Desa Blimbing.

Pepi Maria menjelaskan, banjir yang melanda di dua dusun tersebut disebabkan luapan dari Sungai Ngotok Ring Kanal.

Intinya, sungai tidak mampu menampung debit air akibat tingginya curah hujan d iwilayah hulu sungai, sehingga meluap.

“Banjir disebabkan meluapnya anak Sungai Ngotok Ring Kanal. BBerdasarkan laporan yang masuk, air menggenangi rumah sejak Minggu dan sampai saat ini memang belum surut,” ujarnya.

Pepi Maria memprediksi, banjir masih akan berlanjut hingga lima hari ke depan.

Halaman
12
Penulis: Sutono
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved