Bawang Putih Impor dari China & India Belum Sampai, Harganya di Pasar Tradisional Sampang Meroket
Harga bawang putih di Kabupaten Sampang meroket, Disperindag Sampang sebut salah satu alasannya bawang putih import dari China & India belum mendarat.
Penulis: Hanggara Syahputra | Editor: Hefty Suud
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama
TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Bawang putih import dari China dan India belum mendarat di Kabupaten Sampang, Madura.
Harga bawang putih di semua pasar tradisional Sampang rata alami peningkatan.
Harga bawang putih disejumlah pasar tradisonal Sampang, Madura meroket, bahkan mencapai dua kali lipat lebih dari harga normal.
• Hadapi Mantan Timnya Artema FC, Ahmad Bustomi Tak Punya Persiapan Khusus
• 20 Ungkapan Aku Cinta Kamu dalam Berbagai Bahasa Daerah untuk Valentine 2020: Ambon, Bugis, Papua
Saat ditemui salah satu penjual di pasar tradisional Srimangunan Sampang, Nur Hasana, mengatakan bahwa harga bawang saat ini naik drastis.
"Harga bawang putih mencapai 60.000 perkilogram, sedangkan harga sebelumnya hanya Rp. 28.000 perkilogramnya," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (12/2/2020).
Nur Hasanah menyampaikan, kenaikan harga bawang putih disebabkan pada harga di tempat kulakan meningkat, sehingga ia memilih juga menaikkan harganya.
• Postingan Terakhir Lucinta Luna sebelum Kini Menunduk Dicokok Polisi, Sesumbar Foto KTP dan Paspor
• Program Bantuan Sembako untuk Keluarga Miskin di Kota Blitar Naik Jadi Rp 150 Ribu Per Bulan
"Kenaikan harga bawang putih sejak satu pekan yang lalu," tuturnya.
Sementara, Kasi Informasi Perdagangan Disperindag Sampang, Busar Wibisono menyampaikan, Berdasarkan data dari tim monitoring Disperindag, kenaikan harga bawang putih merata di semua pasar tradisonal Sampang.
Hal itu disebabkan karena bawang putih impor dari Negara China dan India belum datang.
• 4 Pengemis Kena Razia Satpol PP Sumenep, Terungkap Segini Ini Uang yang Dihasilkan Tiap Hari
• Mahmoud Eid Absen, Ini Alasan Aji Santoso Cadangkan Irfan Jaya di Laga Persebaya Vs Bhayangkara FC
Sehingga stok dipasaran menipis dan membuat harganya melonjak signifikan.
" Tapi meskipum stok menipis, tidak menyebabkan stok bawang putih habis dipasaran," tuturnya.
Terkait penyebab bawang putih impor tidak datang, Busar Wibisono mengaku tidak tahu kepastiannya.
"Kami hanya mendapatkan informasi barang impor tak datang, harganya melejit antara Rp. 55.000 dan Rp. 60.000 perkilogramnya," pungkasnya.
Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Heftys Suud