Sidang Terakhir Ganti Status Kelamin Digelar, 2 Ahli Kuatkan Pemohon, Secara Medis Alami Hipospadia?

Sidang terakhir pembuktian permohonan ganti status kelamin yang diajukan wanita berinisial PN digelar pada, Rabu (12/2/2020).

Sidang Terakhir Ganti Status Kelamin Digelar, 2 Ahli Kuatkan Pemohon, Secara Medis Alami Hipospadia?
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Hari ini, Rabu, (11/2/2020) merupakan sidang terakhir pembuktian permohonan ganti status kelamin yang diajukan wanita berinisial PN. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Syamsul Arifin 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Sidang terakhir pembuktian permohonan ganti status kelamin yang diajukan wanita berinisial PN digelar pada, Rabu (12/2/2020).

Dalam sidang kali ini, wanita berinsial PN diwakili kuasa hukum, Martin Suryana menghadirkan dua ahli dan saksi dari bidan yang pertama kali menangani PN.

Ahli pertama adalah dr. Lobredia Zarasade,SP.BP-RE (KKF) hadir sebagai dokter penanggung jawab pasien yang melakukan tindakan medis operasi penyempurnaan kelamin.

Sementara, ahli kedua yakni, dr. Prawitra Thalib,SH,M.H sebagai ahli hukum islam dr FH UNAIR.

Hijaukan Kembali Lahan Kritis, Pemprov Jatim akan Tabur Benih dari Udara

Resmi Diperkenalkan di Royal Plaza Surabaya, Ini Update Harga Lengkap All New Honda BeAT 2020

Maling Obok-obok 2 Tempat Kos di Tuban, HP hingga Uang Rp 4 Juta Raib, Polisi Sebut Pelaku Sama

Motif Pria Surabaya Curi Motor hingga Babak Belur Dihajar Warga Tambaksari, Gara-gara Butuh Uang

Gamal Albinsaid Disebut PMII Kampanye di SMAN 4 Surabaya: Bedakan Berbagi Insipirasi dengan Kampanye

Diskotek Pentagon Dirusak Ratusan Orang Tak Dikenal, Pagar Halaman Ambruk dan Dinding Kaca Berlubang

Adapun, bidan Heny Rachmawati Selaku bidan yg pertama kali menemukan kasus PN .

Dari pendapat ahli tersebut, Martin Suryana mengaku, telah menunaikan seluruh ikhtiarnya.

Martin Suryana menegaskan, bahwa kliennya secara medis mengalami Hipospadia.

Pada umumnya diderita oleh bayi laki-laki. 

"Putri ini berjenis laki bukan terhitung hari ini tapi sejak dia lahir. Namun karena ketidakpahaman sehingga ia diberlakukan seperti perempuan," kata Martin usai sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu, (11/2/2020). 

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Elma Gloria Stevani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved