Jalan Protokol di Kota Jember Ambles

BBPJN VIII: Jalan Protokol Jember yang Ambles Retak Sejak 2017, Ada Anggaran Rp 10 M Tak Terserap

Kepala BBPJN VIII Surabaya ungkap jalan protokol di Jember yang ambles sudah retak sejak 2017. Ada anggara Rp 10 M yang tidak terserap.

TRIBUNJATIM.COM/SRI WAHYUNIK
Jalan nasional di pusat Kota Jember ambles, Senin (2/3/2020) pagi. Jalan ambles itu merobohkan sedikitnya 8 pertokoan di salah satu sisinya. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN VIII Surabaya) Ahmad Subki mengungkapkan amblesnya Jalan Sultan Agung Jember sebenarnya sudah diketahui sejak awal tahun 2017.

Pasalnya, dijelaskan Subki, pada tahun 2017 sudah tampak retakan memanjang di Jalan Sultan Agung Jember .

Selanjutnya pada tahun 2019 bulan Maret retakan yang berdekatan dengan ruko-ruko tersebut menganga lebih lebar.

Pemuka Agama di Surabaya Diduga Rudapaksa Seorang Wanita Selama 17 Tahun, Dilaporkan ke Polda Jatim

2 WNI di Indonesia Positif Corona, Kekhawatiran WHO dan Para Ahli Dunia Kini Terbukti Benar?

Hal tersebut disebabkan penopang pondasi Ruko tergerus akibat perubahan karakteristik Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berada di bawahnya.

Palung sungai yang semakin dalam, menyebabkan plot beton penyangga ruko semakin turun posisinya. Sehingga tanah dan bangunan ambles.

"Pondasi ruko yang pakai beton itu, di bawahnya kan ada tanah. Begitu banjir tanahnya tergerus. Akhirnya turun ke sungai dan ambles," ujar Subki, Senin (2/3/2020).

Profil Asli Polisi yang Sering Ada di Sinetron, Seorang Kakek, Profesi di Kehidupan Nyata Terkuak

Pemuka Agama di Surabaya Dilaporkan Rudapaksa Seorang Wanita, Terbongkar Saat Korban Bakal Menikah

Untuk memperbaiki retakan tersebut Subki mengatakan pihak BBPJN VIII Surabaya sebenarnya pernah menganggarkan perbaikan sebanyak dua kali tahun anggaran masing-masing Rp 10 Miliar.

Dana tersebut digunakan untuk membangun kontruksi plesengan tebing sepanjang 200 meter yang beririsan langsung dengan tebing sungai.

Namun pelaksanaan perbaikan tersebut belum bisa dilaksanakan karena menunggu penertiban ruko-ruko di atasnya.

Anggaran tersebut pun tidak terserap dan dikembalikan ke kas negara menjadi SiLPA.

"Sekarang kan semua hak harus dihormati. (Penertiban) Tidak semudah itu," lanjutnya.

4 Remaja di Madura Kompak Bobol Toko Demi Puluhan Jenis Rokok Gratis, Terancam 7 Tahun Penjara

Maia Estianty Disemprot Fans Dituding Tergoda Dhani, Balasan Kritik Soal Irwan Mussry Panen Reaksi

Simulasi UNBK SMP di Kota Blitar Digelar 2 Hari, Sinkronisasi Jaringan ke Pusat Jadi Kendala Sekolah

Penulis: Sofyan Arif Candra

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved