Virus Corona di Indonesia

Risiko Penggunaan Disinfektan yang Mengenai Tubuh Disampaikan WHO, Apa Dampaknya Bagi Kesehatan?

WHO mengingatkan penyemprotan cairan disinfektan berbahaya, jika langsung mengenai tubuh manusia.

JUNG YEON-JE / AFP
Petugas di Korea Selatan menyemprot disinfektan untuk cegah penyebaran virus Corona. 

TRIBUNJATIM.COM - Beberapa orang menggunakan cairan disinfektan untuk semprotkan pada tubuh demi mencegah tertular virus Corona atau Covid-19.

Ternyata, penyemprotan disinfektan pada tubuh manusia memiliki dampak negatif.

Hal itu disampaikan oleh Organisasi kesehatan dunia atau WHO.

WHO mengingatkan penyemprotan cairan disinfektan berbahaya, jika langsung mengenai tubuh manusia seperti dikutip dari twitter resmi WHO Indonesia, Senin (30/3/2020).

WHO menuliskan, cairan disinfektan yang berisi kandungan alkohol dan klorin jika disemprotkan pada tubuh seseorang tidak akan membunuh virus yang sudah masuk ke dalam tubuh.

UPDATE CORONA di Dunia Senin 30 Maret, AS Salip Italia & China Jumlah Pasien Positif Terbanyak

5 Negara yang Masih Aman dari Covid-19, Ada Satu dari Asia, Terbongkar Siasat Hadapi Pandemik Corona

"Menyemprot bahan-bahan kimia seperti itu dapat membahayakan jika terkena pakaian atau selaput lendir (contoh : mata, mulut),"

 "Ingat, alkohol dan klorin bisa berguna sebagai disifektan pada permukaan, namun harus digunakan sesuai petunjuk penggunaannya," tulis keterangan WHO Indonesia.

Hal itu diperkuat pula dengan keterangan dari Institut Teknologi Bandung yang dikutip dari website resminya Senin (30/3) terkait maraknya penggunaan bilik disinfektan atau chamber di sejumlah gedung perkantoran.

Tertulis bahwa, penyemprotan disinfektan ke tubuh manusia, udara, dan jalan raya dipandang tidak efektif.

Selain itu, penggunaan berlebihan disinfektan berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan lingkungan, diantaranya timbulnya resistensi, baik resistensi bakteri ataupun virus terutama apabila disinfektan tidak digunakan pada konsentrasi idealnya.

"Perlu studi lebih lanjut dalam pemilihan disinfektan yang aman dan efektif untuk bilik disinfektan mengingat dengan cara ini memungkinkan terjadinya kontak antara cairan disinfektan dengan kulit, mata dan dapat terhirup," tulis keterangan itu.

ITB juga menulis, dari penelitian pada Oktober 2019 menemukan sebanyak 73.262 perawat wanita yang rutin tiap minggu menggunakan disinfektan untuk membersihkan permukaan alat-alat medis berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan paru-paru kronik.

Menghirup gas klorin dan klorin dioksida dapat mengakibatkan iritasi parah pada saluran pernapasan.

Kerugian Maia Estianty karena Corona, Istri Irwan Mumet Pikir Gaji Karyawan: Sedih, Drop 70 Persen

Gejala Awal Terinfeksi Virus Corona dari Hari ke Hari, Awalnya Alami Demam, Batuk dan Nyeri Otot

UPDATE CORONA di Indonesia Senin 30 Maret, Pasien Positif Covid-19 Bertambah 130, 64 Berhasil Sembuh

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul WHO Ingatkan Risiko Penggunaan Disinfektan yang Mengenai Tubuh

Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved