Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Gerak Cepat Universitas Brawijaya Tanggulangi Covid-19, Bentuk Satuan Tugas & Bikin Hand Sanitizer

Sebagai upaya mengurangi penularannya, Universitas Brawijaya telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
UB juga telah memproduksi hand sanitizer dan desinfektan untuk kebutuhan internal kampus dengan kolaborasi antar fakultas untuk pembuatannya. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Memasuki bulan Februari tahun 2020, Indonesia digemparkan dengan mewabahnya virus Corona jenis baru. Penyakit akibat infeksi SARS-CoV-2 ini pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, Tiongkok. Sedangkan di Kota Malang, kasus pertama penyakit ini tercatat pada awal Maret 2020.

Sebagai upaya mengurangi penularannya, Universitas Brawijaya telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Bilik Sikat Corona Buatan Universitas Brawijaya Banjir Pesanan, Harga Murah: Tinggal Pencet Saklar

Satuan tugas ini terdiri dari para dosen Fakultas Kedokteran, Rumah Sakit serta Klinik Universitas Brawijaya, dan didampingi oleh tim dari berbagai laboratorium seperti Laboratorium Sentral Ilmu Hayati, Fakultas Pertanian dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknik serta Badan Usaha Akademik di Universitas Brawijaya.

Sejak pembentukan, Satuan Tugas ini telah menjalankan berbagai protokol kewaspadaan, seperti kampanye pola hidup bersih dan sehat, peningkatan kualitas kebersihan lingkungan, sosialisasi epidemiologi kepada masyarakat umum dan berbagai tindakan lain.

Tidak hanya itu, UB juga telah memproduksi hand sanitizer dan desinfektan untuk kebutuhan internal kampus dengan kolaborasi antar fakultas untuk pembuatannya. Hingga tanggal 24 Maret, UB telah memproduksi sekitar 737,86 liter hand sanitizer, 1.810 liter cairan desinfektan meja dan 3.670 liter cairan desinfektan lantai yang telah disebar di beberapa titik, baik di dalam kampus maupun di luar kampus seperti Lembaga Permasyarakatan, pondok pesantren, rumah ibadah, hingga dibagikan kepada mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis di RS. Dr. Saiful Anwar, Malang.

UB juga meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kebersihan dengan menambahkan fasilitas cuci tangan di beberapa titik. “Pembangunan wastafel ini juga bertujuan untuk membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun agar bisa membunuh kuman," jelas Plt. Kabiro Umum dan Kepegawaian, Drs. Rujita.

Untuk upaya pendeteksi dini, UB telah menerapkan screening atau penapisan yang ditujukan kepada dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa, serta menyediakan nomor hotline yang bisa diakses oleh sivitas 24 jam non stop. Penapisan ini akan dilakukan dengan mengisi kuesioner secara daring setiap dua minggu sekali selama 3 kali untuk untuk mengidentifikasi resiko sivitas UB yang memiliki resiko terpapar Covid-19. Pada hasil penapisan pertama, tercatat responden sebanyak 4.748 orang dosen dan tenaga kependidikan, serta 37.264 orang mahasiswa.

Dari angka ini, sebanyak 0.63 persen dosen dan tendik dan 0.18 persen mahasiswa telah melaporkan kontak sesuai kriteria kasus. 4.8 persen dosen dan tendik serta 4.4 persen mahasiswa responden memilki kemungkinan resiko. Angka ini di dominasi oleh sivitas yang sedang bertugas di rumah sakit. “Semua responden yang melaporkan memiliki resiko, dilakukan observasi 14 hari dan dinyatakan aman serta tidak menujukkan gejala, “ujar dr. Eriko Prawestiningtyas, Sp.F selaku Humas Satgas Pencgahan Covid-19 UB.

Survey ini akan dilakukan kembali dalam waktu dekat untuk melihat apakah ada perubahan jumlah, baik orang dalam resiko maupun orang dalam pantauan.
“Tujuan tracking ini adalah untuk menguatkan Dinas Kesehatan. Kami juga meminta bantuan untuk menghindari stigmatisasi oleh masyarakat. Kita didampingi oleh tim Spesialis Kesehatan Jiwa, Keperawatan Jiwa dan Psikologi”, jelas Ketua Satgas, dr. Aurick Yudhanagara, Sp. EM.

Tim Psycological Support akan membantu mendampingi sivitas UB yang sedang mengisolasi diri untuk dapat menjalani karantina mandiri tanpa harus dijauhi dan mendapat stigma dari masyarakat.
Sebagai upaya menjamin ketersediaan Alat Pelindung Diri yang digunakan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan, Universitas Brawijaya melalui Lembaga Badan Amil, Zakat, Infaq dan Sodaqoh telah membuka donasi.

Hasil donasi ini akan digunakan untuk pemenuhan APD dan kebutuhan lain selama masa tanggap bencana diberlakukan. Menurut Ketua BAZIS UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP, BAZIS akan melakukan donasi kemanusiaan untuk mendukung Satgas Covid-19 UB. “Selain untuk bantuan pengadaan APD, BAZIS juga akan memberikan bantuan sembako untuk 1000 keluarga terdampak ekonomi akibat Covid-19, saat ini sedang dalam proses pendataan oleh tim kami”, jelasnya.

Bantuan ini, jelas Imam, nantinya akan diberikan kepada keluarga dengan penghasilan tidak tetap dan sangat bergantung pada kegiatan di luar rumah dan mobilitas masyarakat. Tidak hanya terbatas dari kalangan UB saja, BAZIS juga menerima donasi dari masyarakat umum yang ingin turut serta membantu.
Melalui Fakultas Teknik, UB telah merilis Sikat Corona atau SICO, sebuah bilik desinfektan yang digunakan untuk sterilisasi. Bilik ini diletakkan di beberapa lokasi, seperti rumah sakit untuk mengurangi paparan virus pada pakaian yang dikenakan.

Bagi mahasiswa dan dosen, UB tengah melaksanakan kegiatan akademik secara online, seperti kuliah dan ujian yang difasilitas oleh beberapa provider telekomunikasi, hingga akhir semester genap. Selain itu juga dengan menyediakan layanan akademik lain yang bisa dijangkau oleh mahasiswa melalui surel dan gawai. Sedangkan untuk tenaga kependidikan, Rektor telah menerapkan penyediaan administrasi secara online untuk memudahkan mahasiswa dan dosen. Koordinasi dengan pemerintah daerah se-Malang Raya dan instansi terkait serta universitas lain juga dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah Malang Raya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved