Virus Corona di Jawa timur

97 Warga Jatim Terdeteksi Positif Covid-19 di Rapid Test Corona Massal, 16 di Antaranya Tenaga Medis

Sebanyak 97 warga Jatim terdeteksi positif covid-19 di rapid test Corona massal. 16 di antaranya tenaga media.

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, rapid tes massal Covid-19 sudah dilaksanakan di banyak daerah di Jawa Timur. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, rapid test Corona massal sudah dilaksanakan di banyak daerah di Jawa Timur.

Total saat ini, ada 3.976 warga Jatim yang sudah dites menggunakan rapid test Corona.

“Dari angka tersebut yang terdeteksi positif ada sebanyak 97 orang. Mereka kita langsung tindak lanjuti dengan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR). Sebab hanya dengan metode ini maka akan bisa didapatkan konfirmasi virus Corona yang menyebabkan Covid-19 ada di tubuh seseorang,” kata Khofifah, Jumat (3/4/2020), pagi. 

Kemarahan Istri Pasien Corona Diteror Tetangga, Berujung Ancam Bakar Rumah: Kenapa Kamu Larang Saya?

Ia menyebutkan, dari 97 orang yang melakukan rapid test Corona tersebut ada 16 dari tenaga kesehatan.

Pasien PDP sebanyak 51 orang, dari ODP ada sebanyak 25 orang, dan orang tanpa gejala sebanyak 9 orang.

“Dari 97 yang terdeteksi positif, 75 di antaranya sudah kita lakukan tes swab PCR. Tinggal menunggu hasilnya,” tegas Khofifah.

Al Ghazali Bakal Nikah Muda sama Alyssa Daguise, Calon Besan Ahmad Dhani & Maia Ternyata CEO Sukses

Curhat Spontan Anak Mulan Jameela Soal Nasib di Sekolah, Ahmad Dhani Teriak, Safeea: Dijauhi Teman

Ini akan menjadi PR bagi gugus kuratif untuk melakukan percepatan swab dan PCR.

Bagi yang positif maka akan ditanggung oleh biaya oleh pemerintah pusat sedangkan yang negatif akan ditanggung oleh pemerintah provinsi. 

Imbauan Serius Pemkab Tuban Soal Physical Distancing saat Wabah Corona, Anak Muda Ngopi Dibubarkan

Sementara itu, Ketua Gugus Kuratif Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan, rapid test bukan gold standar untuk deteksi Covid-19 tapi cukup untuk screening awal. 

“Dan belum pasti yang positif di rapid test itu menderita Covid-19, bukan begitu. Tapi bisa jadi dia mendeteksi antibodi untuk virus Corona yang lain seperti SARS atau MERS. Jadi konfirmasi presisi harus di swab PCR,” tegas Joni.

Penulis: Fatimatuz Zahroh

Editor: Arie Noer Rachmawati

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved