Virus Corona di Madiun

Pemkab Madiun Awasi ODP Covid-19 Secara Ketat, Jamin Kebutuhan Pokok Warga yang Jalani Isolasi

Bupati Madiun mengatakan, pihaknya terus meminta laporan dari pihak medis mengenai perkembangan pasien positif virus Corona asal Kecamatan Geger.

TRIBUNJATIM.COM/RAHADIAN BAGUS
Petugas BPBD mendistribusikan sembako bagi warga berstatus ODP virus Corona (Covid-19) di Madiun, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rahadian Bagus

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Setelah ditemukannya satu warga Kabupaten Madiun yang positif virus Corona (Covid-19), Pemerintah Kabupaten Madiun terus melakukan upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Madiun.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun per Selasa 7 April 2020, jumlah warga berstatus orang dalam risiko (ODR) sebanyak 405 orang, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 152 orang, dan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 7 orang, serta satu orang warga positif virus Corona.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengatakan, pihaknya terus meminta laporan dari pihak medis mengenai perkembangan pasien positif virus Corona asal Kecamatan Geger.

Bupati Madiun Surati Paguyuban Perantau Agar Tidak Mudik Demi Memutus Rantai Virus Covid-19

Penutupan Sejumlah Jalan di Kota Madiun Dikeluhkan Warga Kabupaten Madiun, Dua Kepala Daerah Bertemu

Dari keterangan pihak medis, kondisi fisik pasien positif virus Corona asal Kabupaten Madiun yang kini dirawat di RSUD dr Soedono Kota Madiun dalam keadaan baik.

“Dari laporan medis, kondisi fisik pasien baik. Saya terus berkomunikasi dengan pihak RSUD dr Soedono,” kata bupati yang biasa dipanggil Kaji Mbing ini, saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2020).

Untuk mencegah penyebaran virus Corona, Kaji Mbing juga memerintahkan Dinas Kesehatan untuk mengawasi secara ketat warga yang berstatus ODP Covid-19 di rumahnya masing-masing.

Kepada warga berstatus ODP Covid-19, diminta untuk melakukan isolasi secara mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

Lelang Jersey Kiper Persik Kediri untuk Penanganan Covid-19 Terjual dengan Harga Rp 2,1 Juta

Satgas Penanggulangan Covid-19 Tulungagung Petakan Tiga Klaster Penularan Virus Corona

Pemerintah Kabupaten Madiun telah menjamin kebutuhan dasar warga berstatus ODP seperti kebutuhan pokok, bahan makan, dan layanan kesehatan.

“Kami layani kebutuhan mereka selama masa isolasi di rumah. Ada petugas dari tim gugus penanggulangan Covid-19 yang mengawasi secara ketat agar mereka tetap berada di rumah,” ujar Kaji Mbing.

Secara rutin, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menyampaikan sosialisasi kepada warga di Desa Geger, Kecamatan Geger untuk menjaga jarak dan melakukan penyemprotan disinfektan.

Cerita Pasien Positif Covid-19 di Malang Sembuh, Dapat Multivitamin hingga Motivasi saat Isolasi

Bupati Madiun Perpanjang Kegiatan Belajar di Rumah, Orangtua Diminta Awasi Anaknya Masing-masing

Petugas BPBD juga membagikan bahan pokok untuk menjamin kebutuhan hidup, khususnya bagi warga berstatus ODP yang tengah diisolasi di rumahnya masing-masing, di beberapa desa yang tersebar di 15 kecamatan.

"Kami sudah mendistribusikan kebutuhan pokok bagi warga berstatus ODP, cukup untuk kebutuhan selama 14 hari," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun, Muhamad Zahrowi.

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved