Banjir di Gresik Makin Meluas
Luapan Sungai Bengawan Solo Rendam Gresik, Sawah dan Tambak di Kecamatan Dukun Gagal Panen
Banjir di Gresik meluas menyebabkan lahan pertanian di Kecamatan Dukun gagal panen. meluapnya air Sungai Bengawan Solo merendam sawah dan tambak.
Penulis: Sugiyono | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Banjir di Gresik meluas hingga Minggu (12/4/2020).
Dampaknya, lahan pertanian di Kecamatan Dukun pun terendam.
Fathoni warga Kecamatan Dukun, Gresik mengatakan, banjir akibat meluapnya air Sungai Bengawan Solo telah merendam sawah dan tambak.
• Dulu Suami Kasar & Dihamili Vokalis Band, Nasib Artis Ini Berubah setelah Direstui Ayah Nikah Lagi
• Isi Chat Terakhir Nikita Mirzani & Glenn Fredly, Isu soal Hubungan Mereka Terjawab, Kekal Kenangan
Sawah tersebut berisi berupa padi dan tambak berisi ikan.
“Semuanya siap panen, tapi karena terkena banjir mengakibatkan banyak ikan di tambak yang lepas,” kata Fathoni.
Banjir tersebut juga merendam jalan poros desa yang menghubungkan Desa Bangeran dengan Desa Tiremenggal Kecmatan Dukun.
• Paket Internet Murah Telkomsel April 2020 untuk Surabaya, Kuota Simpati 15GB Seminggu Cuma Rp54 Ribu
• Manjanya Syahrini ke Suami saat di Rumah Aja Nikmati Sunset, Teriak Kala Dicueki Reino, Sayang!
Akibatnya, warga harus menlintas di jalan lainnya.
“Warga banyak yang melintas di jalan lain untuk mencari kebutuhan sehari-hari,” katanya.Bahkan, banjir tersebut juga menenggelamkan pintu air yang menjadi tanggul air menuju sungai Bengawan Solo. Termasuk jalan dekat pasar Dukun juga ikut tergenang banjir.
“Tanggul pintu air ikut tenggelam, sehingga air banjir Bengawan Solo merendam sawah dan tambak,” kata Ketua Social emergency respon Nahlatul Ulama (SerNU) Kabupaten Gresik Abdul Basith.
Penulis: Sugiyono
Editor: Heftys Suud
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/banjir-di-desa-dungus-kecamatan-cerme.jpg)