Virus Corona di Jawa Timur

Kompaknya Bina Daksa dan Bina Rungu di Pasuruan Lawan Covid-19, Jahit Masker untuk Jawa Timur

Kepala Dinsos Provinsi Jawa Timur bersama jajarannya kunjungi dua UPT Rehabilitasi di pasuruan, pantau pembuatan masker untuk hadapi Corona.

TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
KEBERSAMAAN : Kepala Dinsos Provinsi Jawa Timur Dr Alwi bersama jajarannya saat mengunjungi UPT Rehabilitasi Sosial Bina Daksa Pasuruan dan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Pasuruan di Bangil, Senin (13/4/2020) siang. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur Dr Alwi bersama jajarannya mengunjungi UPT Rehabilitasi Sosial Bina Daksa Pasuruan dan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Rungu Pasuruan di Bangil, Senin (13/4/2020) siang.

Kunjungan tersebut dilakukan  untuk melihat semua klien atau rekan - rekan yang ada di dua UPT ini.

Pasalnya, semua klien yang ada di dua UPT tersebut tengah melakukan pembuatan masker.

Ada 500 Pasien dan Pengantar Pasien dr Y di Tulunggaung Yang Akan Menjalani Rapid Test

Ki Daus Nikahi Dewi Lestari yang Berusia 21 Tahun, Punya Siasat saat Ngamuk Istri Digoda Pria Lain

Mereka mayoritas tidak memiliki kondisi fisik atau tubuh yang normal seperti pada umumnya.

Kepala Dinsos Provinsi Jawa Timur Dr Alwi menjelaskan, teman-teman di dua UPT ini mencoba ikut peduli terhadap kondisi pandemi Corona atau Covid-19 yang terjadi di Jawa Timur, termasuk Pasuruan.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur juga sempat meminta Dinsos untuk ikut memberikan gerakan dan bantuan dalam bentuk apapun.

Pemkot Malang Beri Santunan Uang Bagi Warga Terdampak Corona Akhir April: Pakai By Name By Address

Setujui Penundaan 4 Proyek Besar di Kota Malang, Dewan Minta Pemkot Tak Gagah-Gagahan Membangun

Selain itu, yang paling penting ikut aktif dalam upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penyebaran ini.

"Kebetulan teman - teman yang memiliki latar belakang bina rungu dan bina daksa ini sudah memiliki keterampilan menjahit. Akhirnya, kami sepakat untuk ikut membuat masker. Dan bahan dasarnya kami suplai," kata Kadinsos Jatim usai melihat langsung proses produksi masker.

Ia sangat mengapresiasi semangat para klien yang ada di dua UPT ini. Meski mereka tidak sempurna dan memiliki keterbatasan, mereka tetap bergerak untuk bisa bermanfaat di masa - masa pandemi ini.

"Semua potensi ini akan kami maksimalkan. Kemarin yang sudah dibuat kami bagikan ke yang membutuhkan. Per hari, teman - teman bisa membuat minimal 60 masker. Sementara ini, kami bagikan gratis meski memang ada yang dijual dengan harga Rp 5.000 per masker. Mudah - mudahan ini bermanfaat," pungkas dia. 

Penulis: Galih Lintartika

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved