Virus Corona di Batu

Orang Terdekat Pasien Positif Covid-19 di Kota Batu Ditracing, Rapid Test Ungkap Hasilnya Negatif

Orang terdekat pernah kontak pasien kedua positif Covid-19 di Kota Batu ditracing. Hasil rapid test menunjukkan negatif.

Penulis: Benni Indo | Editor: Arie Noer Rachmawati
Shutterstock
ILUSTRASI Virus Corona 

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Batu, M Chori menerangkan hasil rapid test terhadap orang-orang yang kontak dengan pasien positif Corona di Kota Batu negatif.

Pasein positif yang dimaksud adalah pasien kedua yang saat ini tengah dirawat intensif di RS Karsa Husada, Kota Batu.

“Hasil pelacakan dilakukan bagi yang kontak erat, keluarga dan rekan kerja dari pasien konfirm kedua, kebetulan hasil rapid test-nya negatif,” ujar Chori.

Lapak Pedagang Pasar Burung Bangkalan Dibubarkan Polisi, Diimbau Jual via Online saat Pandemi Corona

Artinya, belum ada yang dilaporkan tertular dari pasien kedua.

Saat dikonfirmasi ulang terkait potensi penularan ini, Chori kembali menegaskan kalau hasil rapid test-nya memang negatif.

“Sesuai hasil rapid test-nya negatif. Tapi tetap harus isolasi mandiri selama 14 hari,” jelasnya.

Sumbangan Kaesang ke Korban Covid-19 Dinyinyir, Anak Presiden Emosi Bahas Logo, Ngegas: Maumu Apa?

Reuni Terakhir Jadi Maut, Dampak Sepelekan Corona, 3 Orang Tewas, Miris Kronologi Penularan di Pesta

Satu pasien positif Covid-19 di Kota Batu adalah seorang paramedis yang diduga kuat tertular dari klaster Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, pemerintah sudah mulai mengkaji metode rapid test atau pemeriksaan Covid-19 melalui spesimen darah.

Rapid test memiliki cara berbeda dengan tes Covid-19 yang selama ini dilakukan.

35 Poster Pencegahan Covid-19 atau Corona: Cuci Tangan, Social Distancing hingga Stay At Home

Rapid test menggunakan spesimen darah, tidak menggunakan apusan tenggorokkan atau apusan kerongkongan.

Satu di antara keuntungannya adalah rapid test tidak perlu dilakukan di Lab Bio Safety Level 2.

Artinya ini bisa dilaksanakan hampir di semua Lab kesehatan yang ada di RS di Indonesia.

Sikap Mulia Anak 4 Tahun di Sampang Bantu Tim Medis Corona, Rela Pecah Celengan Sumbangkan ke Dokter

Permasalahannya adalah pada rapid test yang diperiksa adalah immunoglobulin, maka dibutuhkan reaksi immunoglobulin dari seseorang yang terinfeksi Corona paling tidak satu minggu.

Kalau belum terinfeksi atau terinfeksi kurang dari seminggu kemungkinan pembacaan imunoglobulinnya akan memberikan gambaran negatif.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved