RATAPAN Anak Dirudapaksa Bapaknya Hingga Melahirkan, Hamil Diminta Layani, Sembunyi Dibalik Pembalut

Insiden ratapan anak dirudapaksa bapak kembali terjadi di Surabaya. Kali ini, menimpa gadis 17 Tahun asal Sawahan. Simak selengkapnya!

Penulis: Ficca Ayu Saraswaty | Editor: Mujib Anwar
KOLASE DOK.POLRESTABES SURABAYA/NETRAL NEWS
ILUSTRASI - Memilukan sekali ratapan anak dirudapaksa bapaknya hingga melahirkan, saat hamil tetap diminta layani dengan aembunyi dibalik pembalut wanita. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Inilah ratapan anak yang dirudapaksa orang tuanya sampai tiga kali dalam seminggu.

Ayah tirinya tega melakukan aksi bejatnya itu saat ditinggal Istrinya kerja dan suasana rumah dalam kondisi sepi.

Perbuatan biadab itu membuat sang anak sampai Hamil dan mirisnya korban tetap diminta untuk melayani saat hamil.

Korban mengaku mau melayani nafsu bejat bapak tirinya lantaran tergiur dengan bujuk rayu dan kata-kata manis.

Sementara itu, untuk mengelabuhi sang ibu, pembalut dijadikan untuk senjata agar hubungan gelap keduanya tak terbongkar.

Simak berita selengkapnya di bawah ini!

ISI Obrolan Tersembunyi Pejabat China, 6 Hari Tahu Corona Bisa jadi Pandemi, yang Diumumkan Kontras

Jenis Virus Corona Baru & Berbeda Ditemukan di 2 Spesies Kelelawar, Apakah Menular ke Manusia?

Kasus anak yang dirudapaksa orang tuanya kembali terjadi di Surabaya.

Kali ini, menimpa gadis 17 Tahun asal Sawahan Surabaya.

Gadis tersebut berulang kali disetubuhi oleh ayah tirinya sendiri sejak 2018 hingga korban melahirkan anak hasil hubungan gelap dengan tersangka bernama Edi Wartoyo (34).

Edi yang menikahi ibu gadis itu sejak 2011 mulai tinggal serumah dengan korban.

Saat kondisi rumah sepi, Edi mulai merayu korban pertama kali saat duduk di bangku kelas IX SMP dengan iming-iming handphone baru dan paket internet.

Tergiur rayuan ayah tiri, gadis itu mau melayani nafsu bejat Edi.

"Pakai rayuan juga seolah-olah mereka ini dua sejoli. Iming-iming pakai handphone baru dan paket internet," kata PS Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak, Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Harun, Rabu (15/4/2020).

Setelah aksi pertamanya dilakukan, Edi seolah di atas angin.

Tersangka kemudian meminta korban melayani hubungan layaknya suami istri di rumah yang ditinggalinya sebanyak 2 hingga 3 kali dalam seminggu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved