Virus Corona di Pasuruan

Forpimka Prigen Sebut Villa Kamaran Boleh Buka di Tengah Corona Tuai Konflik, Pansus: Tolong Hapus

Imbauan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Prigen terkait villa kamaran boleh buka di tengah wabah Corona menuai konflik. Pansus: tolong hapus.

TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
Masyarakat Prigen bergotong - royong melakukan karantina mandiri karena Prigen sudah masuk dalam zona merah Covid-19. 

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Imbauan Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Prigen terkait penanggulangan dan pencegahan penyebaran Corona atau Covid-19 di wilayah Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan berbuntut panjang.

Ada salah satu poin didalam imbauan yang dianggap kontroversial dari tujuh poin yang ada.

Yakni poin nomor 5, yang bunyinya "Hotel, Villa, kamaran atau sejenisnya, warung makan/PKL serta perusahaan tidak ada penutupan,".

Sosok Ibu Nikita Mirzani yang Tak Terekspos, Berhijab, Blasteran & Suka Emas, Jedar: Mirip Kak Fitri

Aib China Bakal Soal Corona Bakal Dibongkar AS & Eropa, Pasar Hewan Wuhan Hanya Pengalihan Isu?

Poin 5 itu menjadi polemik termasuk di kalangan masyarakat Prigen. Gejolak masyarakat ini sampai didengar oleh Pansus Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Ketua Pansus Covid-19 Kabupaten Pasuruan Zaini meminta Forpimka ini untuk mencabut imbauan khususnya nomor 5 itu.

Kata dia, poin 5 ini tidak menujukkan sikap yang peduli terhadap pandemi ini.

"Pak Camat, minta tolong, poin 5 ini dicabut agar tidak menjadi permasalahan yang berkepanjangan. Sekalipun tidak ada larangan, tapi jangan ditampilkan dalam himbauan," kata dia usai rapat koordinasi dengan Satgas Covid-19, Senin (20/4/2020).

Sambut Ramadan, Masjid Agung Asy-Syuhada Tetap Gelar Salat Tarawih Meski Pamekasan Zona Merah Corona

Pelaku Usaha di Mal Royal Plaza Setuju Surabaya PSBB, Bisa Jualan Online: Toko Buka Juga Sepi

Joko Cahyono, salah satu anggota Pansus Covid-19 menambahkan, seharusnya Camat dan jajaran Forpimka yang berada di kawasan rentan dan rawan sekali perpindahan virus ini harus berhati - hati.

Kata dia, hati - hati ini, dalam bentuk tidak sembarangan dalam mengeluarkan kebijakan atau imbauan, utamanya di kawasan wisata, seperti Tosari, Nongkojajar dan Tretes.

"Kalau dalam bahasa hukum, jangan sampai ada anomali, kita sudah mati-matian support bersama Forpimda, tapi Forpimka mengeluarkan semacam himbauan tersebut yang menurut saya justru membuat ruang gerak terjadinya sirkulasi penyebaran ke daerah tersebut," tambah dia.

VIRAL Reaksi Kaesang Lihat Videonya Direkam Diam-diam, Balas Kritik Soal Gesturnya: Perbaiki Diri

Halaman
123
Penulis: Galih Lintartika
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved