Pemkot Malang Kembangkan Kebun Kopi di Area Pemakaman, Saat Panen Dijual & Dinamai 'Kopi Tulang'
Puluhan pohon kopi jenis robusta yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nasrani, Kec. Sukun, Kota Malang siap panen.
Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Puluhan pohon kopi jenis robusta yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nasrani, Kec. Sukun, Kota Malang siap panen.
Kepala UPT PPU DLH Kota Malang Taqruni Akbar mengatakan bahwa biji kopi sudah terlihat memerah tua.
"Kalau sudah seperti itu, dalam waktu dekat ini berarti siap panen. Dan sudah ada dua pohon yang biji kopinya terlihat siap panen," ujarnya kepada TribunJatim.com, Selasa (21/4/2020).
• Guru Elektro SMK PGRI 3 Kota Malang Bikin Wastafel Otomatis, Minim Interaksi Tangan dan Hemat Air
• Lawan Corona, MS Glow & ACT Gandeng Warga Lapas Klas IIA Perempuan Malang Produksi 10.000 Masker
• Bantuan Telur untuk Warga Terdampak Covid-19 di Malang Terdunda, Bupati Sanusi: Masih Pengemasan
Ia menjelaskan bahwa dari satu pohon, sudah dapat menghasilkan kurang lebih 5 kg biji kopi.
"Untuk pohon pohon kopi lainnya, sudah juga ikut berbuah. Namun belum siap panen. Jadi diperkirakan panen besar baru dilakukan satu bulan lagi," bebernya.
Dan bila sudah panen besar, ia mengaku jumlahnya dapat mencapai 5 kuintal biji kopi.
"Setelah itu melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kuburan Londo binaan UPT PPU, biji kopi diolah menjadi kopi bubuk. Lalu dimasukkan ke bungkus dan dijual dengan nama Kopi Tulang," jelasnya.
Ia menceritakan dalam proses penanaman kopi membutuhkan jalan yang panjang. Selain itu dari segi pemilihan bibit, penanaman, hingga perawatan harus dilakukan secara maksimal.
Ke depannya, ia berencana akan mengembangkan lebih lanjut tanaman pohon kopi yang ada di areal TPU Nasrani Sukun.
"Masih ada sedikit lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami pohon kopi. Kita akan terus kembangkan, disamping juga menambah hijau kawasan TPU," tandasnya.