Virus Corona di Gresik

Bocah SD di Gresik Gelar Pentas Wayang Kulit di Rumah, Harap Corona Sirna: Rindu Suasana Sekolah

Cista Prameswara siswa kelas 3 SD di Gresik gelar pentas wayang kulit di rumah untuk mendoakan semoga virus Corona sirna. Akui rindu suasana sekolah.

TRIBUNJATIM.COM/WILLY ABRAHAM
Cista Prameswara saat menggelar pertunjukan wayang kulit di teras rumahnya di Desa Kambingan, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu (22/4/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Bocah kelas 3 SD di Gresik, Cista Prameswara  gelar pementasan wayang kulit di rumah.

Hal tersebut dilakukannya untuk mengobati rasa rindu suasana masuk sekolah. 

Pementasan wayang kulit yang digelar di teras rumahnya di Desa Kandangan, Kecamatan Cerme ini sekaligus untuk mengusir kebosanan saat belajar dirumah.

Identitas Wanita Yang Tewas di Apartemen Surabaya Terkuak, Asalnya dari Semarang

Mengintip Rumah Kim Jong Un di Korea Utara yang Kontras dengan Kehidupan Penduduknya, Mewah dan Asri

Kursi yang terbuat dari kasur kapuk itu didudukinya sembari beraksi dengan menancapkan wayang kulit sambil bercerita.

Dalam pementasan tersebut Cista mengambil tema "di rumah saja" dengan lakon gugurnya Corona.

Pentas tanpa penonton ini mengisahkan sebuah doa dan harapan kepada tuhan agar pandemi Corona atau Covid-19 segera sirna dan anak-anak bisa sekolah dan bermain.

PSBB Bakal Diterapan, Terminal Purabaya Surabaya Perketat Awak Bus dan Penumpang

Download Lagu MP3 KebesaranMu ST12 Lengkap Ada Lirik, Lagu Religi Sambut Bulan Ramadhan 1441 H

Bersama empat pengrawit, Cista menggelar pertunjukan itu lengkap dengan anjuran pemerintah menggunakan masker dan jaga jarak.

Selain para tokoh wayang, Cista juga menggunakan tokoh kartun dalam atraksinya. Seperti tokoh kartun asal Jepang, Doraemon.

"Rindu suasana sekolah, untuk mengisi libur sekolah. Semoga Corona segera hilang dan bisa kembali sekolah dan main lagi," terangnya.

Libur Kompetisi, Pebulu Tangkis Greysia Polii Pilih Tenangkan Diri

Pembina Sanggar Trahu Wening, Puguh Prasetyo, mengatakan gelaran wayangan 'di rumah saja' ini selain untuk melestarikan seni warisan leluhur. Juga menanamkan nilai kemanusiaan sejak usia dini.

"Selain untuk melestarikan juga memberikan pemahaman memutus mata rantai penyebaran virus Corona dengan membiasakan pola hidup sehat," pungkasnya. 

Penulis: Willy Abraham

Editor: Heftys Suud 

Penulis: Willy Abraham
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved