Ditengah Pandemi, Kinerja Bank Jatim Kuartal I Masih Tumbuh Positif
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur atau BI Jatim mencatat kinerja perbankan di Jatim pada triwulan I tahun 2020 masih positif.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur atau Bank Indonesia Jatim mencatat kinerja perbankan di Jatim pada triwulan I tahun 2020 masih positif.
Hal itu terbukti dari laporan kinerja salah satu bank daerah Jatim, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur atau Bank Jatim yang masih tumbuh tinggi.
"Meski ada pandemi virus Corona atau Covid-19, kinerja keuangan kami di triwulan I 2020 menunjukkan performa yang bagus dan tumbuh bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year / YoY)," jelas Ferdian Timur Setyagraha, Pgs Dirut Bank Jatim, Kamis (30/4/2020).
Berdasarkan kinerja triwulan I (Januari - Maret) aset tercatat Rp 69,72 triliun atau tumbuh 10,51 persen (YoY). Laba bersih tercatat Rp 439,28 miliar atau tumbuh 8,33 persen (YoY).
Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatatkan pertumbuhan 11,48 persen (YoY) yaitu sebesar Rp 57,76 triliun.
"Pertumbuhan dana pihak ketiga yang signifikan tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada kami meningkat," ungkap Ferdian.
• Korban Wabah Covid-19 yang Terusir ke Hutan Bambu Akhirnya Mendapat Bantuan dari Pemkab Sumenep
• Bank Jatim Salurkan Rp 2,79 Miliar ke Pemprov Untuk Tangani Covid-19
• Dua Perampok Toko Emas di Jember Ditembak Polisi, Satu Kabur
Dari sisi pembiayaan, Bank Jatim mampu mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar Rp 38,41 triliun atau tumbuh 14,02 persen (YoY). Kredit di sektor korporasi menjadi penyumbang tertinggi yaitu sebesar Rp 8,71 triliun atau tumbuh 21,76 persen (YoY) diikuti dengan pertumbuhan kredit UMKM yang cukup signifikan yaitu sebesar 6,25 triliun atau tumbuh 21,21 persen.
Komposisi rasio keuangan periode Maret 2020 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 21,76 persen, Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,05 persen dan Return On Asset (ROA) 3,23 persen.
Sedangkan Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) masih tetap terjaga di angka 64,95 persen.
"Selama triwulan I 2020, banyak berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah, pelaku usaha, tidak terkecuali industri perbankan," ungkap Ferdian.
Pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi setiap elemen masyarakat.
"Di tengah-tengah pandemi, kami bersyukur masih mampu memberikan kinerja yang positif khususnya untuk mendorong perekonomian Jatim," lanjut Ferdian.
Bahkan pihaknya tetap bisa menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2019 dan membagikan dividen sebesar Rp 48,20 per lembar saham, dengan cumdate per tanggal 5 Mei 2020 yang akan dibayarkan pada tanggal 20 Mei 2020. Total dividen yang dibagi kepada pemegang saham adalah sebesar Rp. 723.747.007.552,40 atau sebesar 52,58 persen dari laba bersih.
Pemegang saham seri A Bank Jatim merupakan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
"Dividen bagi pemegang saham seri A merupakan salah satu Pendapatan Asli Daerah masing masing Kabupaten/Kota," tandas Ferdian.(Sri Handi Lestari/Tribunjatim.com)