Virus Corona di Kota Batu
Ada Satu Orang yang Hasil Rapid Test Covid-19 Reaktif, 83 Pekerja Bangunan di Batu Dipulangkan
Pekerja bangunan yang hasil rapid testnya reaktif virus Corona itu mengalami gejala demam, dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Pertama adalah melakukan isolasi di lokasi. Namun karena tempat yang tidak representatif, maka pilihan tersebut tidak dipilih.
• 5 Kategori Keluarga yang Tak Dapat Bantuan Jaring Pengaman Sosial Pandemi Virus Corona di Kediri
Sedangkan opsi kedua adalah menempatkan mereka ke shelter Bima Sakti. Namun pilihan ini tidak dipilih oleh pemberi kerja karena harus membayar Rp 100 ribu per orang per hari.
“Akhirnya diambil opsi ketiga, memulangkan mereka dengan protap kesehatan, pengecekan dan sebagainya sehingga pilihan ketiga yang dilakukan. Kami bekerja sama dengan TNI/Polri untuk mengantar ke tempat tujuan,” terangnya.
Sebelumnya, pada Kamis (30/4/2020) pagi, warga setempat memberi arahan di sekitar lokasi pembangunan vila.
Mereka meminta agar untuk sementara waktu pekerjaan dihentikan dan para pekerja dapat mematuhi protap upaya pencegahan penularan virus Corona.
Suroso, warga sekitar mengaku kecolongan karena pada awalnya ia mengira pekerja di situ tidak banyak.
• Sanksi Berat Menanti ASN Kota Malang Jika Nekat Mudik Lebaran, Sutiaji: Bisa sampai Pelepasan Status
Namun belakangan ia dan sejumlah warga lainnya mengetahui kalau pekerja di sana mencapai 83 orang.
Warga yang telah mengetahui informasi adanya pekerja dengan gejala Covid-19 pun resah. Kemudian menghendaki agar proses pekerjaan vila dihentikan.
“Dihentikan kegiatannya sampai reda. Warga minta dihentikan sementara agar tidak tertular di RW 4,” ujar Suroso.
Suroso mengatakan, pekerja yang memiliki gejala Covid-19 tersebut berasal dari Pasuruan. Sebelum menunjukkan gejala, kata Suroso, pekerja tersebut pulang ke Kabupaten Pasuruan.
“Pekerja di sini kan kalau akhir pekan pulang ke rumah masing-masing,” terangnya.
Editor: Dwi Prastika