Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Kapolda Jatim Baru Irjen Pol M Fadil Imran Penah Tulis 2 Buku Kriminologi Mutilasi, Dicetak 2015

Irjen Pol M Fadil Imran Kapolda Jatim baru ternyata gemar tuang isi pikiran lewat tulisan. Pernah tulis 2 buku soal mutilasi.

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Hefty Suud
TRIBUNNNEWS.COM/Dok Pribadi
Irjen Pol M Fadil Imran, sosok yang akan menjabat sebagai Kapolda Jatim baru. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Irjen Pol M Fadil Imran yang akan menjabat sebagai Kapolda Jatim baru boleh dibilang sosok yang  gemar menuangkan buah pikiran dan gagasannya dalam tulisan.

Penelusuran TribunJatim.com, bapak dua anak itu terbilang rajin menulis di sebuah halaman website yang dikelolanya secara pribadi, dalam www.fadilimran.com.

Bila dihitung, sedikitnya ada delapan artikel berbahasa Indonesia dan sebuah artikel berbahasa Inggris yang ditulis alumni doktor Kriminologi Universitas Indonesia (UI) itu.

Dulu Viral Gadis Cantik Nikah seusai 2 Bulan Kenal di IG, Lihat Kabarnya & Suami Kini, Bicara Cobaan

VIRAL VIDEO 2 Bule Ngamen di Pasar NTB, Istri Gendong Bayi, Lihat Nasibnya: Demi Makan, Sulit Balik

Semua artikel yang ditulis Imran, kebanyakan mengangkat polemik, isu dan gejala sosial masyarakat, seperti maraknya berita hoax, ujaran kebencian, dan belakangan ia juga menulis soal pandemi virus Corona (Covid-19).

Namun tetap, Imran menyajikannya dalam kerangka perspektif khas kepolisian, hukum dan kriminologi.

Kendati diskursus yang dituangkan Imran dalam websitenya terbilang berat. Pemilihan diksi tepat dan sederhana, menjadikan artikel tulisan Imran, tetap enak dibaca.

Lama Tak Bertemu, Pemain Persebaya Bayu Nugroho Jadikan Latihan Online sebagai Ajang Silaturahmi

Rajin Pakai Masker Gegara Corona Malah Bikin Jerawatan? Atasi dengan Cara Ini: Cuci Wajah Wajib

Selain rajin menulis artikel di halaman website situsnya. Imran diketahui telah memiliki dua artefak pemikiran yang dituangkan dalam bentuk buku.

Yakni 'Mutilasi di Indonesia: Modus, Tempus, Locus, Actus' dan Mutilasi dalam Perspektif Kriminologi: Tinjauan Teoritis Lima Kasus Mutilasi di Jakarta'.

Kedua buku yang dicetak pada tahun 2015 itu, merupakan hasil penelitian dalam disertasi atas gelar doktornya di Bidang Kriminologi UI yang diujikan pada Rabu (2/7/2014) silam.

Gotong Royong Tangani Covid-19, PDI Perjuangan Tuban Bagi-bagi 350 Paket Sembako dan Nasi Kotak

Selain menulis, Imran juga pernah memberikan pengayaan keilmuan dalam format kuliah umum atau simposium di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka), Jakarta Timur, Kamis (3/1/2019) silam.

Meskipun kehadiran Imran hanyalah sebagai narasumber pengganti. Namun Imran tak setengah-setengah membagi keluasan wacana pemikirannya dalam tajuk diskusi 'Memperteguh Semangat Kebangsaan Mahasiswa dalam Menjaga Kedamaian dan Kesejukan Kontestasi Pilpres 2019'.

Seperti yang dikutip TribunJatim.com dari Tribunnews.com, ada dua faktor yang dapat mempengaruhi kerawanan konflik atau perpecahan tersebut, bagi Imran.

Pertama karena faktor internal. Belum terciptanya pemerataan pembangunan, meski Indonesia sudah berumur 73 tahun merdeka.

Kemudian faktor eksternal, kata Fadil, juga dapat mempengaruhi potensi kerawanan konflik dan perpecahan bangsa dan negara ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved