Breaking News:

PSBB Surabaya

Pasar Wonokromo Tetap Buka Meski PSBB Surabaya, Kondisinya Sepi, Omzet Pedagang Turun 80 Persen

Pasar Wonokromo masih dibuka meski kini diberlakukan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
M Yahya, pedagang sembako di Pasar Wonokromo. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fikri Firmansyah

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pasar Wonokromo masih dibuka meski kini diberlakukan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Meski PSBB Surabaya, pedagang Pasar Wonokromo masih membuka standnya.

Pantauan TribunJatim.com, Kamis (30/4/2020), kondisi pasar terpantau sepi meski stand-stand pedagang dibuka.

Harga Gula Pasir di Pasar Tradisional Surabaya Turun Tipis, Pedagang Jual Rp 17 Ribu per Kilogram

Pedagang sembako di Pasar Wonokromo, M Yahya mengatakan, sejak Corona merebak, pasar sudah sepi pengunjung.

Apalagi setelah penerapan resmi PSBB Surabaya, kata dia, kondisinya semakin sangat sepi.

"Kalau pertama kali Corona masuk di Surabaya memang pembeli berkurang walau tidak drastis. Namun sejak PSBB Surabaya hanya ada 1 hingga 3 orang saja yang beli dagangan saya," kata Yahya kepada TribunJatim.com.

VIRAL VIDEO 2 Bule Ngamen di Pasar NTB, Istri Gendong Bayi, Lihat Nasibnya: Demi Makan, Sulit Balik

Bocor ke Publik Rahasia China Bisa Sembuhkan 60 Ribu Lebih Pasien Covid-19, Bisa Ditiru Indonesia?

Ia mengatakan, berkurangnya pembeli itu disebabkan kondisi pasar juga sepi sekali.

"Sejak adanya PSBB Surabaya, omzet penjualan saya turun 80 persen," tambahnya.

Hal yang sama juga diungkapkan pedagang lainnya, yakni Jefri.

Sanksi Berat Menanti ASN Kota Malang Jika Nekat Mudik Lebaran, Sutiaji: Bisa sampai Pelepasan Status

"Kalau PSBB Surabaya ini, jelas menurun omzet penjualan, kisaran 60 persen lah," kata Jefri.

Meski omzet penjualan menurun dan kondisi pasar sepi, pedagang belum tahu apakah akan tetap berjualan hingga Hari Raya Idul Fitri atau tidak.

Sebab keduanya merasa daripada menganggur di rumah ditambah adanya larangan mudik Lebaran, mereka memilih tetap berjualan.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved