Virus Corona di Indonesia
DPRD Jawa Timur Siap Terima Aduan Warga Soal Penyaluran Bantuan yang Salah Sasaran
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad, mengaku telah menerima banyak laporan soal penyaluran bantuan yang dinilai salah sasaran.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Bobby Constantine
TRIBUNJATIM.COM - DPRD Jawa Timur siap menerima aduan masyarakat apabila menemukan ketidakadilan dalam penyaluran bantuan penanganan warga terdampak virus Corona atau Covid-19.
Tak perlu datang ke gedung DPRD, warga diperbolehkan untuk melapor melalui media sosial.
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad, mengaku telah menerima banyak laporan soal penyaluran bantuan yang dinilai salah sasaran.
"Ada yang mengatakan bahwa bantuan ini diberikan bukan untuk orang yang tepat," kata Anwar Sadad, ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (7/5/2020).
Namun Anwar Sadad menjelaskan, sejauh ini laporan itu tidak didukung oleh bukti-bukti pendukung.
"Oleh karena itu, saya imbau jika ada anggota masyarakat merasakan ketidakadilan dalam penyaluran bantuan tersebut, jangan segan-segan melaporkan ke DPRD Jatim," tambahnya.
• Dikhawatirkan Jadi Sumber Penularan Covid-19, Pasar di Jawa Timur akan Terapkan Physical Distancing
• Pengusulan Penerima Bansos Tunai Kemensos Ditutup, Jawa Timur Penuhi 95 Persen Kuota
Laporan tersebut nantinya harus disertai dengan menunjukkan bukti awal.
"Pelapor bisa memanfaatkan medsos, baik Facebook, Instagram, atau Twitter. Baik ke akun DPRD Jatim atau ke akun pribadi saya," kata Anwar Sadad, yang juga pemilik akun Instagram @ansadad ini.
Sejauh ini, laporan itu telah ia terima melalui beberapa akun media sosialnya mengenai ketidaktepatan penyaluran bansos dari pemerintah.
Beberapa laporan menyebut data dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi pijakan penyaluran bansos tidak akurat.
• Temui Gubernur Khofifah, Gugus Tugas Covid-19 Pusat Turun Tangan Bantu Penanganan Corona di Jatim
• UPDATE CORONA di Jatim Kamis 7 Mei, Positif Covid-19 Tembus 1.265 Orang, Surabaya Raya 19 Kasus Baru
"Kami bisa memaklumi bahwa dalam situasi normal saja, data keluarga penerima manfaat tidak tersaji akurat. Apalagi, dalam situasi krisis seperti sekarang ini," kata sekretaris DPD Gerindra Jatim ini.
Sekalipun demikian, sudah seharusnya pihak eksekutif memperbaikinya.
"Oleh karena itu, saya berharap jika masyarakat menemukan data yang tidak akurat di desanya, di RW, atau di RT, silakan menyampaikan bukti-bukti pendukung awal ke DPRD Jawa Timur," kata Anwar Sadad.
"Misalnya dugaan salah sasaran dengan menyertakan lokasi tepatnya di mana dan informasi pendukung lainnya. Agar efektif, bisa melaporkan melalui media sosial," pungkasnya.