Virus Corona di Jawa Timur

Dikhawatirkan Jadi Sumber Penularan Covid-19, Pasar di Jawa Timur akan Terapkan Physical Distancing

Sebagaimana sempat ramai diberitakan bahwa sejumlah pasar tradisional menjadi sumber penularan kasus Covid-19.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Dwi Prastika
SURYA/RIFKI EDGAR
Ilustrasi pasar- Kondisi Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang di saat pandemi Covid-19, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Fatimatuz Zahroh

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tengah menyiapkan format pengaturan pasar tradisional, agar bisa turut menerapkan protokol kesehatan, terutama physical distancing.

Hal ini menyusul adanya sumber penularan virus Corona atau Covid-19 yang diduga bersumber dari kerumunan di pasar-pasar tradisional di Jawa Timur. 

Oleh sebab itu, pihaknya menekan agar kelak tidak terjadi penularan lagi di pasar tradisional, maka harus ada pengaturan agar pusat keramaian di pasar bisa terhindar dari penyebaran Covid-19

Sebagaimana sempat ramai diberitakan bahwa sejumlah pasar tradisional menjadi sumber penularan kasus Covid-19.

Sebut saja pasar Kupang Gunung, Pasar Pujon Malang, dan juga yang terbaru adalah hasil tracing perjalanan dua pegawai pabrik rokok di Surabaya yang ternyata sering keluar masuk pasar tradisional

“Kita sedang finalisasi pasar dengan physical distancing. Opsi ini menjadi jalan keluar agar sektor ekonomi tetap jalan, akses masyarakat pada sayuran dan logistik tetap terjangkau, tapi dalam posisi terjaga satu sama lain,” kata Khofifah Indar Parawansa, Senin (4/5/2020).

Rumah Sakit Rujukan Overload, Pemprov Bakal Bangun Rumah Sakit Darurat Covid-19 Jawa Timur

Dinkes Kabupaten Malang Ungkap Tracing Penularan Covid-19 di Pujon, Diduga dari Pedagang Sayuran

Dikatakan wanita yang juga mantan Menteri Sosial ini, pihak Pemprov Jatim tengah melakukan rapat dengan Disperindag kabupaten/kota agar pasar tradisional yang ada di bawah kewenangannya bisa mengikuti format yang disyaratkan. Yaitu tatanan stan penjual yang diberikan jarak yang aman, yakni satu hingga dua meter, dan juga penerapan protokol kesehatan menggunakan masker, memiliki tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 

“Saat ini kita akan rapat dengan Disperindag kabupaten/kota. Bahwa pasar ini kita akan jadikan pasar yang kita siapkan formatnya. Supaya akses masyarakat terhadap kebutuhan logistik, protein vitamin bisa terjaga, tapi bahwa physical distancing bisa kita terapkan,” tegasnya. 

Kapendam V Brawijaya Letkol (Arm) Imam Haryadi mengatakan, ada rakor terbatas yang digelar tekait pengaturan pasar. Di mana selama penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Jawa Timur, meliputi Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, akan digelar pasar terbuka.

Wagub Jatim Emil Sudah Rencanakan Konser Online dengan Didi Kempot, Telepon 3 Hari Lalu, Masih Sehat

Soal Rencana PSBB Malang Raya, Pemprov Jawa Timur Terus Jalin Komunikasi dengan Tiga Kepala Daerah

Pasar terbuka tersebut akan dilakukan di Lapangan Makodam V Brawijaya. 

“Terkait hasil dari rakor virtual terbatas, kita akan tindak lanjuti pasar terbuka, terutama di Pasar Wonokitri kita sudah tinjau dan akan dilakukan pasar tersebut di Makodam, kita sudah tidak lanjuti,” tegas Imam.

Di sisi lain, Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Kohar Hari Santoso, mengimbau masyarakat untuk semakin berhati-hati jika berbelanja di pasar-pasar yang rawan terjadi kerumunan.

Pasar yang ramai, titik kerumunan harus dipandang sesuatu yang harus diwaspadai sebagai tempat yang berpotensi menularkan Covid-19.

Ada Satu Orang yang Hasil Rapid Test Covid-19 Reaktif, 83 Pekerja Bangunan di Batu Dipulangkan

Kasus Pasar Pujon Malang, 3 Orang yang Hasil Rapid Testnya Reaktif Covid-19 Jalani Tes Swab

Hal itu ia sampaikan berdasarkan hasil penulusuran untuk klaster penularan kasus Covid-19 di pabrik rokok Surabaya.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved