Virus Corona di Indonesia
DPRD Jawa Timur Siap Terima Aduan Warga Soal Penyaluran Bantuan yang Salah Sasaran
Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Anwar Sadad, mengaku telah menerima banyak laporan soal penyaluran bantuan yang dinilai salah sasaran.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Dwi Prastika
Untuk diketahui, Pemprov Jatim menyiapkan bansos berupa bantuan keuangan khusus untuk warga terdampak Covid-19.
• Modus Tanya Alamat, Wanita Surabaya Jambret Anting Anak Kecil, Teriakan Kakak Korban Buatnya Dibui
• Pemkab Siap Buka Wisata Lembah Indah Malang seusai Covid-19 Berakhir, Diklaim Jadi Jujukan Wisatawan
Bansos tersebut nilainya mencapai Rp 549,9 miliar dan akan dibagikan kepada 750 ribu keluarga.
Bantuan ini berada di luar program bantuan yang sebelumnya telah disiapkan bagi warga terdampak Covid-19.
Untuk diketahui, sejumlah fasilitas dari pemerintah siap diberikan.
Di antaranya, Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan non tunai (BPNT), hingga lapisan BPNT dari pemprov bagi KPM yang berbasis kelurahan.
Kemudian, kartu sembako, bantuan tunai dari Kemensos, program Kartu Prakerja, dan ada Bantuan Langsung Tunai dari dana desa.
• Imbas PSBB Jawa Timur, 250 Bus Harapan Jaya Berhenti Operasi, Ratusan Awak Dirumahkan
• Ikut Kabupaten Malang, Kota Batu Tunda Kirim Draf PSBB, Padahal Sudah Ditandatangani Dewanti Rumpoko
"Berikutnya, kalau masih tak tersisir, akan ada intervensi Pemprov Jatim berupa bantuan keuangan khusus,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Senin (27/4/2020) lalu.
Kata Khofifah, Pemprov Jatim sudah menyiapkan dana bantuan keuangan khusus untuk sebanyak 750.000 KPM yang belum mendapat intervensi dari pemerintah pusat.
Mereka akan diberikan bantuan tunai Rp 200 ribu per bulan selama tiga bulan ke depan.
Sedangkan khusus untuk warga masyarakat di kepulauan akan mendapatkan intervensi Rp 500 ribu per bulan, juga selama tiga bulan.
“Alokasi dana bantuan keuangan khusus bagi warga terdampak Covid-19 yang kami siapkan totalnya adalah Rp 549,9 miliar,” tegasnya.
Editor: Dwi Prastika