Virus Corona di Jember

Ratusan Orang Tanpa Gejala Ditemukan di Jember

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, Jawa Timur mendata ada 286 orang tanpa gejala (OTG) di Jember sampai dengan Sabtu (9/5/2020).

TRIBUNJATIM.COM/TONY HERMAWAN
ODP asal jember 

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, Jawa Timur mendata ada 286 orang tanpa gejala (OTG) di Jember sampai dengan Sabtu (9/5/2020).

orang tanpa gejala (OTG) ini merupakan orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan pasien konfirmasi positif Corona.

Ratusan OTG ini tersebar di hampir semua kecamatan di Kabupaten Jember. Jumlah OTG di masing-masing kecamatan beragam, ada yang antara 0-2 orang, 2-4 orang, 4-8 orang, 8-16 orang, 16-32 orang, hingga 32-64 orang. Tiga kecamatan yang memiliki jumlah OTG terbanyak adalah Ajung (42 orang), Kaliwates (36), dan Patrang (32).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember Gatot Triyono mengatakan OTG adalah orang yang tidak bergejala tapi berisiko tertular virus Corona atau Covid-19 dari pasien terkonfirmasi positif Corona.

"Orang tanpa gejala (OTG) memiliki riwayat kontak dengan dengan kasus positif, seperti karena tinggal satu rumah," ujar Gatot, Minggu (10/5/2020).

Bocah SD di Blitar Melahirkan Bayi dari Pamannya, Saat Hamil Besar Tetap Sekolah: Warga Tak Berani

Nasib Polisi yang Berjaga saat Ferdian Paleka Ditelanjangi dan Dibully Tahanan Lain, Ikut Kena Getah

Ada Bule Disuguhi Foto Luna Maya & Syahrini, Tarik Nafas Lihat Foto Istri Reino: Kayak Banyak Palsu

Selain kontak erat karena tinggal satu rumah, mereka yang orang tanpa gejala (OTG) juga kontak di lingkungan, atau karena pekerjaan.

Orang tanpa gejala (OTG) itu menjalani tes uji cepat (rapid test).

"Jika rapid test reaktif maka isolasi di rumah sakit. Tapi jika rapid test non reaktif, maka isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan petugas Puskesmas, Muspika, kepala desa/lurah," imbuh Gatot.

Di Kabupaten Jember terdapat 14 kasus terkonfirmasi positif sampai dengan Sabtu (9/5/2020). Petugas kesehatan melakukan pelacakan (tracing) kepada mereka yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif tersebut.

Para orang tanpa gejala (OTG) itu ada yang menjalani isolasi di RS, juga isolasi di rumah. RS yang dipakai isolasi dan observasi OTG ini antara lain RSD dr Soebandi Jember.

"Ya ada pasien OTG yang kami observasi. Kami juga memberikan terapi penanganan passien Covid-19, karena mereka OTG yang berisiko," ujar Direktur Utama RSD dr Soebandi Jember dr Hendro Soelistijono.

Sampai pekan lalu, RS itu merawat 16 pasien OTG. 15 orang di antaranya kiriman dari pusat isolasi Jember Sport Garden (JSG).

Kondisi Terkini Makam Didi Kempot Terkuak, Tak Pernah Sepi, Pertanyaan Anak Begitu Pilu: Papa Dimana

Curhat Ayah Angkat Syahrini Pasca Didepak Incess, Sindir Wanita Agenda, Nikita Mirzani: Buka Semua

Isi Kegiatan saat Puasa di Tengah Libur Kompetisi, Gelandang Arema FC Bersepeda Keliling Kampung

Ketika ditanya bagaimana pembiayaan orang tanpa gejala (OTG) di rumah sakit itu, mengingat pembiayaan pasien orang tanpa gejala (OTG) tidak dikover oleh Kementerian Kesehatan, Hendro menjawab pembiayaan pasien OTG melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Setelah konfirmasi dengan Dinkes, untuk pembiayaan perawatan orang tanpa gejala (OTG) memakai BTT," pungkas Hendro .

BTT merupakan satu sumber dana yang dipakai untuk pembiayaan penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember. Dari anggaran penanganan Covid-19 Jember sebesar Rp 479 miliar, Rp 401 miliar di antaranya berasal dari Belanja Tidak Terduga (BTT). (Sri Wahyunik/Tribunjatim.com)

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved