PSBB Malang Raya

PSBB Malang Raya Bakal Berlaku 17 Mei 2020, DPRD Jatim Nilai Persiapan Belum Optimal

Daniel Rohi melihat persiapan PSBB Malang Raya belum optimal, sehingga akan berdampak pada kegagalan jika tetap dipaksakan.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim dari Dapil Jatim VI Malang Raya, Daniel Rohi, 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Anggota DPRD Jawa Timur, Daniel Rohi, menilai, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Malang Raya belum layak dan tidak menjamin akan menurunkan jumlah pasien virus Corona ( Covid-19 ).

Daniel Rohi melihat persiapan PSBB Malang Raya belum optimal, sehingga akan berdampak pada kegagalan jika tetap dipaksakan.

‘’Belum layak. PSBB belum jaminan akan menurukan jumlah pasien Covid-19 di Malang Raya,’’ kata Daniel Rohi, Rabu (13/5/2020).

Berkaca dari pemberlakuan PSBB Surabaya Raya, menurut Daniel Rohi, PSBB tidak efektif untuk menurunkan jumlah penderita Covid-19.

Terlebih kultur masyarakat di Malang Raya dan Surabaya Raya memiliki kemiripan.

Kampung Tangguh Jadi Faktor Penentu Pencegahan Penyebaran Covid-19 Jelang PSBB Malang Raya

Dinkes Bingung, Selama Penerapan PSBB Sidoarjo, Penyebaran Covid-19 Malah Tinggi

Agar kegagalan yang sama tidak terulang, legislator dari Dapil Jatim VI (Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu) ini menyarankan agar dilakukan evaluasi dan percontohan.

”Harus ada simulasinya dulu,’’ tegas anggota fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Jawa Timur ini.

Jika tidak ada koordinasi yang baik antara gubernur dan pemimpin ketiga daerah yang memberlakukan PSBB, lanjut Daniel Rohi, rencana PSBB ini akan sia-sia dan terkesan asal-asalan.

‘’Percuma dilakukan PSBB, tapi tetap saja jumlahnya tak kunjung turun,” kata Daniel Rohi yang juga anggota Komisi B DPRD Jatim ini.

Dirut RSUD dr Soetomo: Mayoritas OTG Covid-19 di Jatim Berusia 30-39 Tahun, Positif Didominasi Pria

Berkerumunnya Warga Berpotensi Tularkan Covid-19, Pasar Pagi Kota Batu Terapkan Physical Distancing

Melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan  bernomor HK.01.07/Menkes/305/2020. Wilayah Malang Raya yang meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu akan diberlakukan PSBB. Pedoman PSBB akan diatur dengan Pergub Nomor 21 Tahun 2020.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, juga telah mengumumkan bahwa PSBB Malang Raya akan mulai diterapkan pada Minggu (17/5/2020).

Editor: Dwi Prastika

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved