Virus Corona di Kota Batu

DPRD Kota Batu Minta Komitmen Eksekutif Transparan terhadap Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19

Dua pekan lalu, DPRD Batu sudah mengirim surat agar eksekutif bisa memberikan laporan rincian penggunaan anggaran penanggulangan pandemi virus Corona.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/BENNI INDO
Anggota DPRD Kota Batu, Didik Machmud, mempertanyakan komitmen Pemkot Batu untuk transparan terhadap penggunaan anggaran penanggulangan pandemi Covid-19, Mei 2020. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, KOTA BATU – Anggota DPRD Kota Batu dari Komisi C, Didik Machmud, mempertanyakan komitmen Pemkot Batu untuk transparan terhadap penggunaan anggaran penanggulangan pandemi virus Corona atau Covid-19.

Pasalnya, eksekutif belum memberikan rincian refocusing dan realokasi percepatan penanganan Covid-19 senilai Rp 102 miliar.

Dua pekan lalu, DPRD Batu sudah mengirim surat agar eksekutif bisa memberikan laporan rincian penggunaan anggaran.

Sekadar informasi, dari Rp 102 M tersebut, anggaran untuk kesehatan senilai Rp 40 miliar, program jaring pengaman sosial (JPS) Rp 60 miliar, dan keamanan senilai Rp 2 miliar.

Didik Machmud menilai Pemkot Batu terkesan menegaskan fungsi pengawasan DPRD. Terlebih ada beberapa kejanggalan yang dinilai Didik Machmud perlu dijelaskan oleh eksekutif.

Terutama pada pagu anggaran program prioritas kesehatan senilai Rp 40 miliar di Dinas Kesehatan.

Berbagi Kebutuhan Lewat Lumbung Pangan, Warga Kota Batu Diperbolehkan Ambil Secukupnya, Gratis!

Kota Batu Bakal Terapkan PSBB, Wali Kota Dewanti Rumpoko: Fungsinya untuk Keselamatan Warga

Didik Machmud mempertanyakan pengadaan alat rapid test dan masker medis yang menurutnya hingga kini masih belum jelas progresnya.

Sebelumnya, Dinkes Batu diberitakan memesan 1.500 alat rapid test pada April dan kembali memesan 3.400 alat rapid test pada Mei.

"Detail anggarannya belum diberikan sampai saat ini. Kalau memang datanya riil kan tinggal kirim aja. Ini ada apa kok sudah dua minggu belum dikirimkan juga," ujar Didik Machmud, Kamis (14/5/2020).

Sementara itu, Kajari Kota Batu, Sri Heny Alamsari, mengimbau Pemkot Batu segera membagikan bantuan yang sudah dialokasikan.

Hasil Tes Swab Pertama Puluhan Tenaga Kesehatan di Kota Batu yang Dikarantina Negatif Covid-19

10 Warga Tulungagung Jadi Korban Phising, Rekening Berisi Ratusan Juta Rupiah Dikuras Habis

Terlebih masyarakat menanti realisasi penyaluran jaring pengaman sosial (JPS) yang hingga kini masih tersendat karena lemahnya akurasi data penerima.

Pihaknya juga membuka layanan pengaduan bagi masyarakat terkait indikasi praktik penyalahgunaan anggaran.

“Bagi masyarakat yang mengetahui secara langsung jika ada penyalahgunaan anggaran Covid-19 bisa dilaporkan ke Polres maupun Kejaksaan Negeri Kota Batu,” kata Sri Heny Alamsari.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved