Virus Corona di Surabaya
Pemkot Surabaya Pakai Metode Sarang Tawon, Hampir 10.000 Orang Ikut Rapid Test Massal
Kegiatan rapid test massal yang digencarkan Pemkot Surabaya di berbagai lokasi telah menembus angka ribuan. Bahkan
Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Dwi Prastika
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kegiatan rapid test massal yang digencarkan Pemkot Surabaya di berbagai lokasi telah menembus angka ribuan.
Data hingga Kamis (14/5/2020), sudah sekitar 9.773 orang mengikuti tes cepat ini.
Koordinator Bidang Pencegahan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, dari rapid test yang digelar pihaknya itu bila ditemukan reaktif akan dilakukan tes selanjutnya, yaitu tes swab.
"Ada yang langsung pada saat itu juga dilakukan tes swab, ada juga yang besoknya di swab," kata Feny, sapaan akrab Febria Rachmanita, Jumat (15/5/2020).
Digencarkannya rapid test massal ini, lantaran Pemkot Surabaya ingin memisahkan antara mereka yang negatif dengan positif.
Sebab, hal itu juga bakal mempengaruhi penanganan yang dilakukan Pemkot Surabaya.
Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk menekan angka kasus Covid-19 di Surabaya.
• Warga Bendul Merisi Selatan Surabaya Hiasi Pintu Portal Dengan Puluhan Sembako Gratis
• Kompak, Ketum dan Ketua Penilik Kwan Sing Bio Tuban Bagi Beras ke Tukang Becak Terdampak Covid-19
Oleh Pemkot Surabaya, gencarnya rapid test massal ini disebut dengan metode sarang tawon.
Hal ini dilakukan bila didapati temuan kasus konfirmasi positif di suatu kawasan, maka rapid test massal ini bakal dilakukan oleh Pemkot Surabaya.
Setidaknya, hingga saat ini, Pemkot Surabaya telah menggelar rapid test massal di kawasan permukiman warga hingga pasar yang ada di Surabaya.
Dari rapid test yang dilakukan itu, memang tak jarang ditemukan beberapa orang yang reaktif. Namun, memang belum tentu positif virus Corona.
Sehingga, Pemkot Surabaya menindaklanjutinya dengan tes swab untuk memastikan apakah positif Covid-19 atau tidak.
• Pemkot Surabaya Sediakan Dua Hotel untuk Tempat Isolasi Mandiri Warga Migran, Sudah Terisi 37 Orang
• Diterpa Badai Covid-19, Pengusaha Travel di Surabaya Banting Setir Jualan Masker
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya ini pun meminta warga Surabaya agar tetap memperhatikan protokol kesehatan guna memutus mata rantai persebaran virus Corona.
Social distancing, physical distancing, cuci tangan pakai sabun rutin, serta memakai masker tetap harus diperhatikan.
"Perilaku hidup bersih dan sehat harus dilaksanakan,” ujarnya.
Editor: Dwi Prastika