Virus Corona di Jawa Timur

Ada 93 Tenaga Kesehatan di Jatim yang Terpapar Covid-19, Didominasi Perawat & Dokter

Sedangkan berdasarkan data dimiliki Gugus Tugas Tim Kuratif, data terakhir menyebutkan bahwa di Jatim ada sebanyak 93 tenaga kesehatan kena Corona

TRIBUNJATIM.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Kohar Hari Santoso, Minggu (3/5/2020). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemprov Jatim belum bisa memastikan bahwa perawat RS Royal Surabaya yang tutup usia setelah tiga hari dirawat di RSAL Dr Ramelan Surabaya pagi ini, Senin (18/5/2020), disebabkan karena terinfeksi Covid-19.

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Ketua Tim Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Kohar Hari Santoso dalam konferensi pers di Gedung Negara Grahadi, Senin (18/5/2020) malam.

Karena sampai saat ini belum ada konfirmasi status perawat tersebut terinfeksi covid-19 ataukah tidak, maka tracing ke keluarga perawat bernama Ari Puspita Sari, tersebut, belum dilakukan.

UPDATE CORONA di Kota Madiun Senin 18 Mei, Satu Kasus Positif Baru, 8 Orang Kontak Bakal Rapid Test

UPDATE CORONA di Kabupaten Kediri Senin 18 Mei, 3 Tambahan Kasus, Satu dari Klaster Jamaah Tarawih

"Terkait perawat yang meninggal hari ini, sampai saat ini yang bersangkutan apakah terkonfirmasi covid-19 atau tidak, itu belum ada. jadi masih dicurigai itu covid-19, tapi kalau status terkonfirmasi covid-19 itu belum ada, tracing juga belum ada," tegas Kohar.

Sedangkan berdasarkan data yang dimiliki Gugus Tugas Tim Kuratif, data terakhir menyebutkan bahwa sejauh ini di Jawa Timur ada sebanyak 93 tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19. Atau sekitar 5 persen dari jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Jawa Timur adalah tenaga kesehatan.

"Dari jumlah itu ada dari apoteker 2 orang, dari bidan 2 orang, dokter banyak 31 orang, laborat sebanyak 2 orang, perawat sebanyak 42 orang dan petugas surveillance 5 orang dan nakes lainnya ada 9 orang," tutur Kohar.

Dari jumlah tenaga kesehatan Jatim yang terpapar covid-19 itu yang meninggal dunia ada tiga orang yaitu dua orang dokter dan satu orang perawat.

"Dari data kami untuk nakes yang terpapar covid-19 yang sembuh 50 persen, yang masih dirawat 47 persen, dan yang meninggal 3 persen," ucap Kohar.

Pihak Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri sudah berupaya membekali tenaga kesehata untuk alat perlindungan diri (APD) yang layak, dan juga pembekalan yang baik pada tenaga kesehatan.

Di sisi lain, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa pihaknya turut berduka cita atas meninggalnya perawat yang meninggal pagi ini.

"Terkait perawat yang meninggal dunia pagi ini, atas nama Pemprov Jatim kami menyampaikan duka cita yang mendalam, dan ini akan jadi ruang kita untuk melakukan pembenahan terkait sistem yang ada," tegas Emil.

Hal senada juga disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, ia mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan duka cita yang mendalam dan mengucapkan terima kasih atas pengabdian dan pengorbanan almarhumah.

"Doa terbaik dari kami, semoga almarhumah dan janin yang dikandungnya syahid dan diganjar oleh Allah SWT dengan surga. Pun semoga Allah memberikan ketabahan dan keikhlasan bagi keluarga besar yang ditinggalkan," kata Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved