Virus Corona di Surabaya

Curhatan Warga Kampung Kedung Baruk ke Khofifah, 115 Orang Reaktif Corona Tak Kunjung Dapat Swab

Gubernur Khofifah disambati warga kampung Kedung Baruk di mana 115 warga reaktif Corona versi rapid test belum dapat tes swab.

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Fadil Imran dan juga Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Iryansyah melakukan kunjungan ke kampung tangguh Jalan Kedung Baruk Kelurahan Kedung Baruk Kecamatan Rungkut, Selasa (19/5/2020), malam. 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Fadil Imran dan juga Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Iryansyah melakukan kunjungan ke kampung tangguh Jalan Kedung Baruk Kelurahan Kedung Baruk Kecamatan Rungkut, Selasa (19/5/2020), malam.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah sempat dicurhati oleh warga kampung yang ternyata sedang menghadapi masalah Covid-19 yang serius.

Pasalnya, sebanyak 115 warga kampung Kedung Baruk sudah menjalani rapid test Corona dan dinyatakan reaktif.

Seminggu PSBB Tahap 2, Mall di Surabaya Malah Ramai, Pengunjung Berburu Kue Lebaran hingga Baju Baru

Namun ratusan warga tersebut hingga kini belum mendapatkan tes swab padahal sudah dinyatakan reaktif dalam rapid test.

Warga Kelurahan tersebut tak lain adalah kluster penularan Covid-19 dari kasus sebelumnya yaitu kluster pabrik rokok di Surabaya.

"Warga kampung kami sudah mendapatkan rapid test. Total ada sebanyak 136 orang warga kami yang dinyatakan reaktif rapid test Corona. Sebanyak 25 orang sudah diisolasi di hotel sembari menunggu hasil tes swab yang difasilitasi Pemkot Surabaya, sisanya 115 masih menunggu swab, kami meminta ke pemkot tapi jawabnya masih diminta menunggu, kami resah," kata Ketua LPMK Kedung Baruk Sugiono.

Wajah Terbaru Lucinta Luna Terbongkar saat Video Call dengan Jaksa, 3 Bulan Pacar Abash di Penjara

3 Bulan Lucinta Luna di Penjara, Ini Potret Wajah Terbaru Pacar Abash, Sesi Video Call dengan Jaksa

Lantaran jadwal tes swab yang tidak kunjung turun, warga setempat akhirnya melakukan isolasi mandiri pada 115 warganya yang sudah dinyatakan reaktif, sebagai antisipasi.

Ratusan warga tersebut diminta untuk tinggal di rumah dan juga tidak diperbolehkan untuk keluar-keluar rumah terlebih dahulu demi antisipasi jika ada dari mereka yang ternyata positif Covid-19.

"Kami sudah mengajukan ke Pemkot terkait swab. Tapi kan dijawab harus menunggu, kita resah, maka mereka kita isolasi dulu di rumah masing-masing. Namun sekarang yang terjadi yang reaktif merasa dikucilkan sementara kanan kiri tetangga merasa terancam," tuturnya.

Hikmah Ramadhan, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat: 3 Hal Ingatkan Manusia saat Pandemi Corona

Oleh sebab itu, pihaknya ingin agar diberi izin untuk membuat gedung isolasi mandiri sembari menunggu waktu tes swab.

Halaman
12
Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved